Polres Belu Akan Lanjutkan Penanganan Kasus Maek Bako/ Porang

1

ATAMBUA, The East Indonesia – Kepolisian Resort Belu hingga saat ini belum melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi Maek Bako (Porang) di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Belu yang mana merupakan program unggulan Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan di bidang Pertanian.

Penanganan kasus dugaan korupsi Maek Bako ini ditangani oleh Polres Belu sejak beberapa bulan yang lalu tersebut haruslah dipending karena saat ini sedang dalam proses Pilkada Belu. Hal ini diungkapkan Kapolres Belu AKBP Chairul Saleh melalui Kasat Reskrim AKP Wira Satria Yudha saat dikonfirmasi awak media ini di Ruang Kerjanya, Senin (30/11/2020).

Dijelaskan bahwa laporan memang sudah diterima oleh pihak Kepolisian Resort Belu hanya saja berdasarkan instruksi dari Presiden, Mendagri maupun Kapolri menyatakan bahwa laporan yang ditujukan kepada salah satu pasangan calon akan dipending hingga Pilkada selesai karena dapat menggangu keberlangsungan proses Pilkada.

“Laporan memang sudah kita terima namun sesuai dengan arahan dari Presiden, Mendagri kemudian dari Kapolri untuk laporan-laporan yang ditujukan kepada salah satu pasangan calon, itu kita pending sampai setelah Pilkada. Jadi jangan mengganggu keberlangsungan proses Pilkada,” pungkasnya.

Akan tetapi Kasat Reskrim Polres Belu ini menegaskan setelah proses Pilkada Belu usai maka pihak Kepolisian Resort Belu akan kembali melanjutkan lagi penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi Maek Bako/ Porang. “Kita akan tindaklanjuti dan kita selidiki usai Pilkada ini,” tandas AKP Wira Satria Yudha.

Dirinya pun menerangkan bahwa kondisi terakhir penanggulangan kasus ini sudah dilakukan pemeriksaan awal. “Sejauh ini sudah dilakukan pemeriksaan awal dari pihak yang melapor,” urai Kasat Reskrim Polres Belu.

Untuk diketahui Pengembangan Maek Bako / Porang di Belu menjadi salah satu program unggulan dalam masa kepemimpinan pemenang Pilkada Belu 2015 dari paket Sahabat. Tidak main-main dalam masa kepemimpinan Paket Sahabat ini telah menggelontarkan sekiranya mencapai 3,9 Miliar Rupiah (Rp. 3.939.021.500).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Senin (24/02/2020) menyampaikan bahwa anggaran 3,9 miliar sekian tersebut terbagi dalam Tahun Anggaran 2017 sampai 2019.

Berikut skema pengadaan bibit Maek Bako / Porang yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Belu.

Pertama, pada Tahun Anggaran 2017, menggunakan APBD II murni sebanyak Rp.154.125.000 untuk pengadaan bibit 1.250 Kg yang dibagi kepada sembilan kelompok tani dengan dengan luas lahan 50 hektar.

Pada tahun yang sama, dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APDD II Perubahan, Dinas Pertanian Belu kembali melakukan pengadaan bibit Maek Bako dengan besar anggaran Rp.306.000.000 untuk jumlah bibit Maek Bako sebanyak 2.500 Kg yang tersebar di wilayah Kecamatan Tasifeto Barat dan Kecamatan Atambua Selatan dengan luas lahan 100 hektar dan pengadaannya melalui CV. Tunas Flamboyan.

Pada Tahun Anggaran 2017 juga, Dinas Pertanian Belu kembali melakukan pengadaan untuk yang ketiga kali dengan besar anggaran Rp. 978.612.500 untuk pengadaan 18.448 Kg yang tersebar di wilayah Kecamatan Tasifeto Barat dan wilayah Atambua Selatan dengan luas lahan 50 hektar. Pengadaannya pun masih melalui pihak ketiga yang sama, CV. Tunas Flamboyan. Pada Tahun Anggaran 2018, Dinas Pertanian Belu terus melakukan kegiatan pengadaan Bibit Maek Bako. Tak tanggung-tanggung, pada 2018 ini Dinas Pertanian Kabupaten Belu menggelontorkan uang negara sebesar Rp.2.376.000.000.

Dengan jumlah anggaran yang fantastis ini, pengadaan dilakukan CV De Calvin untuk membeli bibit Maek Bako sebanyak 49.500Kg yang kemudian dibagi ke kelompok tani pada Kecamatan Tasifeto Barat, Raimanuk, Nanaet Duabesi, Tasifeto Timur, Lasiolat, Raihat, Lamaknen dan Kecamatan Lamaknen Selatan dengan total luas lahan 77 hektar.

Selanjutnya pada Tahun Anggaran 2019, Dinas Pertanian Belu kembali melakukan pengadaan Bibit Maek Bako dengan menggunakan APBD II sebesar Rp.124.284.000 untuk pengadaan 35.714 umbi dan dibagikan kepada enam kelompok Tani di Kecamatan Tasifeto Barat, Lasiolat, Kakuluk Mesak dan Kecamatan Tasifeto Timur dengan total luas lahan 5,58 hektar. (Ronny)

Facebook Comments