Gugatan Paket Sahabat Jilid 2 Belum Dipastikan Bisa Disidangkan oleh MK

144

ATAMBUA, The East Indonesia – Pertarungan pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Belu tahun 2020 masih belum usai dimana Paslon Petahana yaitu Paket Sahabat Jilid 2 yang berhasil ditumbangkan oleh paket Sehati masih melakukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi.

Pengajuan gugatan perkara pemohon (Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay – J.T Ose Luan) terhadap pihak KPU telah diterima oleh Panitera MK, Muhidin SH.,M.Hum, Jumat, 22 Desember 2020, pukul 17.56.35 WIB.

Namun diterimanya pengajuan permohonan gugatan ini juga belum bisa menjamin untuk perkara tersebut dapat disidangkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Hal ini disampaikan Juru Bicara KPU Kabupaten Belu, Herlince Emiliana Asa saat dikonfirmasi awak media ini, Selasa (05/01/2021).

Dijelaskan bahwa saat ini pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu masih menunggu surat dari Mahkamah Konstitusi (MK) tentang diterima atau tidaknya permohonan gugatan perselisihan hasil Pilkada Belu yang diajukan pasangan calon bupati dan wakil bupati Belu Willybrodus Lay-J.T Ose Luan (paket Sahabat).

Baca juga :  Kreativitas Sekaa Teruna Badung Terus Meningkat

Apabila pengajuan permohonan gugatan sudah dicatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Elektronik (e- BRPK) maka perkara akan dilanjutkan.

Sebaliknya, jika pengajuan permohonan gugatan tidak terdaftar dalam e-Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) maka gugatan tidak diterima atau ditolak.

Pada tahapan ini, MK akan menyurati KPU untuk ditindaklanjuti dan KPU sudah bisa melanjutkan proses tahapan pilkada yakni menetapkan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu terpilih pada Pilkada Belu 2020.

Herlince mengatakan, sesuai Peraturan MK terbaru nomor 8 tahun 2020, terdapat perubahan jadwal untuk tahapan penanganan perkara PHP. Untuk tahapan pemberitahuan hasil perbaikan berkas pengajuan permohonan pemohon sampai hari ini. Bila berkas lengkap akan didaftarkan dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Elektronik (e- BRPK) yang jadwalnya dari tanggal 6 – 15 Januari 2020.

Baca juga :  Tidak Penuhi Visi-Misi 2015, PKPI Tidak Lagi Mengusung Paslon Petahana Pada Pilkada Belu 2020

“Setelah MK mengumumkan hasil di buku register itu baru diketahui gugatan yang masuk ini diterima atau ditolak. Kalau sudah tercatat dalam buku register pasti dilanjutkan ke persidangan. Apabila seandainya tidak tercatat dalam buku register itu artinya dikembalikan atau tidak diterima. Jadi berdasarkan surat itu kita KPU lakukan penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih,” ujar Juru Bicara KPU Belu.

Dirinya menjelaskan bahwa pengumuman hasil apakah permohonan gugatan sudah dicatat atau tidak dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi Elektronik (e- BRPK) akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 18 Januari 2020.

Kemudian, pada 18-19 Januari, MK akan menyampaikan salinan permohonan kepada KPU dan Bawaslu di daerah yang digugat.

Sementara pada 18-20 Januari, pasangan calon pemenang pilkada di daerah yang digugat ke MK, diberi kesempatan mengajukan diri sebagai pihak terkait.

Baca juga :  50.000 Dosis Vaksin Astrazeneca Tiba Di Buleleng Bali

MK akan memulai sidang pemeriksaan gugatan Pilkada pada tanggal 26 hingga 29 Januari. Sementara putusan hasil gugatan Pilkada digelar pada akhir Maret atau 19-24 Maret 2021.

“Apabila tanggal 18 Januari mendatang gugatan paket Sahabat tidak dicatat dalam e-BRPK maka kita akan segera menetapkan calon Bupati dan Wakil Bupati Belu terpilih pada Pilkada Belu 2020,” tandasnya.

Juru bicara KPU Belu ini menguraikan bahwa meskipun belum diketahui apakah gugatan paket Sahabat diterima atau ditolak MK, pihak KPU tetap melakukan persiapan-persiapan.

“Secara administrasi KPU sudah lakukan persiapan. Besok kami konsultasi dengan tim hukum KPU Provinsi untuk pengadaan jasa kuasa hukum yang mana pasti kuasa hukum nanti akan bersama rekan-rekannya. Penawaran Kuasa hukum yang masuk akan diseleksi dan tentunya disesuaikan dengan anggaran yang ada,” terangnya. (Ronny)

Facebook Comments