SINGARAJA, The East Indonesia – Pemerintah Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Komdigi Yogyakarta menggelar pelatihan Data Driven Decision Making sebagai upaya meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di bidang pengelolaan dan pengambilan keputusan berbasis data yang dilakukan secara daring, Selasa (18/5). Pemkab Buleleng sendiri menugaskan 42 orang ASN dari semua perangkat daerah untuk mengikuti kegiatan pelatihan ini.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi, Dr. Ir. Nur Izza. Sebelum pembukaan, laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Kepala BPSDMP Komdigi Yogyakarta selaku ketua pelaksana kegiatan, Dr. Anton Susanto. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan Data Driven Decision Making diikuti lebih dari seribu peserta dari berbagai daerah.
“Peserta pelatihan terdiri dari perwakilan Provinsi Jawa Tengah, DIY dan Bali. Dari Bali sendiri meliputi Kabupaten Buleleng, Kabupaten Tabanan dan Kota Denpasar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini lahir dari kebutuhan pemerintah daerah terhadap peningkatan kemampuan ASN dalam mengelola data secara lebih sistematis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, penguasaan pengolahan data menjadi kebutuhan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan berbasis bukti. Tingginya jumlah peserta pada pelatihan angkatan pertama menjadi bukti besarnya antusiasme serta kebutuhan ASN terhadap kompetensi tersebut.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi, Dr. Ir. Nur Izza, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional ASN Digital Optimal yang akan terus didorong hingga tahun 2029.
Program tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas ASN melalui profiling ASN serta rekognisi pembelajaran berbasis kompetensi digital, baik bagi ASN yang bekerja di bidang teknologi informasi maupun ASN yang pekerjaannya bersentuhan dengan sistem digital.
“Pelatihan ini menjadi bagian dari rekognisi pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi ASN menghadapi transformasi digital dan perkembangan teknologi yang semakin pesat,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini diharapkan ASN mampu meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan berbasis data sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.(Wis)


