Merasa Dirugikan Penggugat, Antonius I Made Restika Lakukan Gugatan Balik

62
TOLAK. pihak keluarga besar tergugat yang melakukan aksi penolakan eksekusi tanah. Foto : Christ

MENGWI, The East Indonesia – Proses eksekusi tanah yang dilakukan oleh Tim Pengadilan Negeri Denpasar atas tanah seluas 6,1 are di Banjar Semate Kelurahan Abian Base Kecamatan Mengwi Badung mendapat aksi penolakan dari pemilik lahan Antonius I Made Restika dan keluarga besarya. Aksi penolakan ini terjadi saat tim dari Pengadilan Denpasar melakukan ekseskusi pada hari Rabu,(28/4/2021).

Dalam proses eksekusi yang dikawal ketat ratusan personil polisi dari Polres Badung ini pihak tergugat melakukan penolakan dengan membentangkan spanduk berisi tulisan penolakan oleh beberapa anggota keluarga dari pihak tergugat. Pihak tergugat menolak karena merasa tanah yang dieksekusi tersebut merupakan tanah milik keluarganya yang sudah ditempati sejak tahun 1960-an.

Baca juga :  Bertindak Arogan Terhadap Wartawan, Ketua Panwascam Raihat Akan Dipolisikan

Menurut I Made Restika pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan apa yang menjadi haknya. ” Berbagai upaya telah kami lakukan untuk mempertahankan apa yang menjadi hak kami, seperti mediasi, dialog namun rupanya upaya kami semua itu tidak mendapat tanggapan positif, sehingga niat untuk pengambil alihan/ eksekusi terhadap sebidang tanah kami tetap dilakukan pada hari ini, Rabu 28 April 2021.

“kami merasa sangat dirugikan dengan adanya rencana ekskusi tanah kami oleh pihak-pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah yang telah kami kelola dan tempati sejak tahun 60an,”ujar Made Restika

Untuk itu, kami ingin sampaikan hal ini untuk mendapatkan kebenaran dan keadilan hakiki dari para pemegang kekuasaan, baik dari level terendah maupun sampai ke level tertinggi,”harap Restika.

Baca juga :  Gelar Bimtek, Kemenpar Berbagi Trik Berpromosi di Luar Negeri

Dalam keterangannya I Made Restika mengatakan untuk menindaklanjuti proses penyitaan ini pihaknya telah melakukan upaya gugatan balik ke pengadilan Denpasar beberapa waktu lalu melalui kuasa hukumnya atas nama I Wayan Gerindra,SH dengan nomor gugatan No.109/PDT.G/2021/PN DPS dan juga telah melakukan pengaduan masyarakat (Dumas) ke Kepolisiaan Daerah(Polda)Bali. ” Kami sudah melakukan gugatan balik ke Pangadilan Negeri Denpasar dan kami juga sudah melakukan pengaduan ke Polda Bali,”tegasnya

Sementara itu pihak pengugat dari desa adat selaku pemohon eksekusi yang diwakili kuasa hukumnya, Ketut Suwindra,SH,MH mengatakan eksekusi ini dilakukan karena sudah memiliki putusan yang berkekuatan hukum tetap. Pihak pengugat sudah menang di pengadilan, sudah diuji di pengadilan dan diputuskan tanah ini milik desa adat. Karena sudah ada keputusan hukum tetap maka eksekusi dilakukan hari ini,”ujarnya

Baca juga :  KPK OTT Adik Ketum PAN, Bupati Lampung Selatan

Ia menjelaskan tanah seluas 659 m2 ini memang dari dulu milik desa adat. Kemudian desa adat berikan kepada Nyarikan untuk ditempati. Ketika Nyarikan meninggal dunia, tanah ini ditempati oleh anak angkatnya yang bernama Semir, kemudian Semir bertransmigrasi ke pulau Sulawesi dengan demikian semestinya tanah ini dikembalikan ke pihak desa adat namun tanah ini dikuasai oleh tergugat secara melawan hukum,”jelasnya.(cv).

Facebook Comments