Barang Bukti Sparepart Moge Harley Davidson di Belu Telah Terjual

34
BARANG BUKTI. Barang Bukti Sparepart Moge Harley Davidson di Belu Telah Terjual. Foto : Rony

ATAMBUA, The East Indonesia – Kejaksaan Negeri Belu melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) telah melaksanakan Lelang Eksekusi Barang Rampasan berdasarkan putusan-putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan obyek lelangnya yaitu 25 kotak kayu / Koli yang berisi Sparepart kendaraan bermotor merk Harley Davidson (Paket I) dan 1 Unit Kontainer ukuran 40 feet (Paket II).

Dua paket ini pun telah laku terjual kepada pihak swasta dari Manado, Sulawesi Utara dan perusahaan pelayaran dari Kabupaten Belu.

Lelang diketahui dan disetujui oleh Penjual Ardi P. Wicaksono (Kasi PB3R) & saksi II Aep Saepulloh (Kasi Datun) pada Kejaksaan Negeri Belu dihadapan Pejabat lelang Astri Wulandari & saksi I Maria Frederika.

Kegiatan pelelangan dua paket barang rampasan tersebut berlangsung secara close buiding atau tertutup dan berjalan lancar.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Belu Alfonsius Loe Mau melalui Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Ardy P. Wicaksono kepada media ini di Kantor Kejari Belu, wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Sabtu (05/06/2021).

Baca juga :  MA Gagalkan Partai Idaman Maju Pemilu

Dijelaskan bahwa hasil pelaksanaan lelang, status LAKU dengan total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah sebesar Rp.1.833.259.999.

“Hasil penjualan ini melebihi harga limit lelang yang kita targetkan,” tandas Ardy Wicaksono.

Diterangkan, untuk paket I (pertama) berupa 25 kotak kayu / Koli yang berisi Sparepart kendaraan bermotor merk Harley Davidson memiliki harga limit lelang sebesar Rp. 1.811.840.000 yang mana berhasil terjual dengan harga Rp. 1.812.009.999.

Sementara untuk paket II (kedua) berupa 1 Unit Kontainer ukuran 40 feet mempunyai harga limit lelang Rp. 13.420.000 dan berhasil terjual dengan harga Rp. 21.250.000.

“Paket Pertama dibeli oleh seorang Laki-laki dari pihak swasta beralamatkan di Manado, Sulawesi Utara dan untuk paket kedua dibeli oleh PT Ostem, perusahaan pelayaran di Atambua kabupaten Belu,” pinta Kasi PB3R Kejari Belu.

Baca juga :  Lapas Teroris Nusakambangan Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Untuk diketahui bahwa kasus ini bermula tepatnya pada hari Selasa 03 Oktober 2017, dimana Aparat berhasil menggagalkan pengiriman sebuah kontainer berwarna merah berukuran besar yang diduga berisi rangka dan mesin sepeda motor gede (moge) Harley Davidson di pelabuhan Laut Atapupu. Saat itu, kontainer besar tersebut nyaris dimuat ke atas kapal ekspedisi namun ditahan oleh aparat dari Kodim 1605/Belu dan Provos Polisi Militer Atambua.

Sehari kemudian Rabu 04 Oktober 2017 sekitar pukul 14:00 Wita, pihak Bea Cukai Atambua pun membongkar kontainer yang ditahan dan berhasil mengamankan barang selundupan yang berisi suku cadang (spare part) sepeda motor Harley Davidson. Barang itu dibuka oleh petugas Bea Cukai Atambua di bawah pimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Bea Cukai Atambua, Roben Dima, dan penyidik dari Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kantor Wilayah (Kanwil) Bali, NTB dan NTT, Bandoro dan disaksikan petugas dari Kodim Belu dan Polres Belu, juga dari perusahaan ekspedisi, Maksimus Keru.

Baca juga :  Demo Tolak Pilpres, Puluhan Anak Papua Ditangkap

Proses penyelidikan dan penyidikan pun saat itu mulai ditangani oleh pihak Bea Cukai Atambua hingga Rabu 23 Januari 2019, kasus pencobaan penyelundupan Spearpat motor Harley Davidson diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Atambua dan telah diserahkan ke pihak Pengadilan Negeri Atambua sejak awal bulan Februari 2019 serta sudah selesai disidangkan dengan terpidana seorang sopir truk yang membawa kontainer berisikan sparepart motor merk Harley Davidson atas nama Paulus Tanmenu. (Ronny)

Facebook Comments