Tanpa Menunggu Izin Gubernur, Oknum Anggota Fraksi Gerindra DPRD Belu Terancam Jadi Tersangka Kasus Penghinaan

55
FOTO : Tanpa Menunggu Izin Gubernur, Oknum Anggota Fraksi Gerindra DPRD Belu Terancam Jadi Tersangka Kasus Penghinaan.(Tim)

ATAMBUA, The East Indonesia – Berdasarkan informasi proses hukum lanjutan terhadap oknum anggota Fraksi Gerindra DPRD Belu berinisial MMNB yang dilaporkan atas penghinaan terhadap 9 orang warga Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL terancam tertunda lantaran masih harus menunggu izin dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat.

Namun hal tersebut telah dibantah oleh Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh yang menegaskan bahwa tidak perlu lagi menunggu persetujuan dari Gubernur dikarenakan Undang- undang terkait sudah dicabut atau tidak berlatih lagi.

“Sekarang masih dalam tahap penyidikan dan ijin dari gubernur sudah dicabut, sehingga tinggal menunggu penetapan sebagai tersangka dan masih membutuhkan waktu lagi,” Pungkasnya saat diwawancarai awak media melalui telepon seluler, Rabu (21/07/2021).

Selain itu, Kapolres Belu mengatakan proses hukum terhadap oknum anggota Fraksi Gerindra DPRD Belu berinisial MMNB tersebut saat ini sudah dinaikan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Karena itu, pihak penyidik Satreskrim Polres Belu tengah mengumpulkan bukti-bukti dan dalam waktu dekat akan mengumumkan tersangkanya.

“Sementara dalam proses, sudah sampai pada tahap penyidikan. Sementara kumpulkan bukti-bukti dan kalau cukup bukti dalam waktu dekat kita umumkan tersangka,” kata Kapolres Belu.

Terpisah dengan itu, sebelumnya, para korban yang ditemui awak media berharap, Gubernur NTT segera memberikan izin agar proses hukum terhadap pelaku bisa dilanjutkan.

Salah satu korban, Ruben Fallo menyampaikan hal itu kepada media ini, Senin (19/07/2021).

“Sesuai dengan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) yang kami terima tanggal 6 Juli, Polisi masih minta izin ke Pak Gubernur karena pelaku Anggota DPRD Belu,” ungkap Ruben.

Baca juga :  Dua Spesialis Jambret Wisatawan Diamankan, Polsek Kuta Berikan Tindak Tegas Kepada Pelaku

Menurut Ruben, proses hukum kasus itu pihak penyidik Satreskrim Polres Belu sudah meningkatkan status perkara pidana penghinaan tersebut dari penyelidikan ke penyidikan dan penyidik juga sudah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Mengingat lanjut Ruben, calon tersangka adalah Anggota DPRD maka Polisi harus minta izin ke Gubernur NTT.

Ia berharap, Gubernur NTT bisa memberikan izin sehingga pihak penyidik Satreskrim Polres Belu bisa memproses lebih lanjut kasus tersebut.

“Iya kami berharap mudah-mudahan Bapak Gubernur bisa berikan izin, kami masyarakat kecil hanya berharap keadilan,” pintanya.

Ruben mengaku, hingga hari ini pihaknya belum mendapat informasi dari penyidik apakah surat izin dari Gubernur sudah ada atau belum.

“Kami juga belum tanya lagi. Mungkin satu atau dua hari kedepan baru coba kami cek lagi,” katanya.

Untuk diketahui kasus ini semula dilakukan oleh sejumlah warga kelurahan Manumutin dan Tulamalae, Kecamatan Kota Atambua dan Atambua Barat, Kabupaten Belu melaporkan Anggota DPRD Belu, MMNB ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Belu, Rabu (14/04/2021).

MMNB dilaporkan atas perbuatan tidak menyenangkan karena mengancam, mengumpat bahkan memukul warga. Kemudian satu hari berikutnya, Kamis (15/04/2021) kasus ini dilaporkan juga ke Kepolisian Resort Belu untuk diproses secara hukum.

Dalam salinan laporan tertulis warga tertanggal 13 April 2021 yang ditujukan kepada BK DPRD Belu yang juga diterima media ini disebutkan, MMNB dilaporkan karena melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap sembilan orang warga (korban dan pelapor) antara lain :

Alexander Da Silva Mau (Warga Manumutin), Ruben Fallo (Warga Tulamalae), Yopianus Naimau (Warga Manumutin),

Baca juga :  Aman Abdurrahman Sujud Syukur Saat Divonis Mati

Melkianus Banu (Warga Manumutin), Arkidius Mau (Warga Manumutin), Martinus Sarlaka (Warga Manumutin), Ai Sikam (Warga Manumutin), Viktoria Nai Mau (Warga Manumutin), dan Ermelinda S. Nai Mau (Warga Manumutin).

Perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana uraian dalam laporan tersebut dilakukan MMNB pada tanggal 12 April 2021 pukul 00.30 WITA di Bia Berek-Kuneru, Kelurahan Manumutin, tepatnya di depan rumah salah satu korban/pelapor, Yopianus Naimau.

Saat itu, MMNB datang ke lokasi kejadian menggunakan mobil pribadinya yang berwarna kuning  dan memarkirkan kendaraannya di depan rumah Yopianus Naimau lalu turun dari kendaraannya langsung berteriak-teriak memaki (umpatan) dan mengancam para korban/pelapor termasuk om dan tante.

Dalam surat laporan tersebut, para korban/pelapor menyebutkan bahwa MMNB telah melakukan perbuatan antara lain :

1). Memukul bodi mobilnya sambil berteriak menyebut nama-nama korban/pelapor.

2). Mengeluarkan kata-kata jorok, makian dan umpatan “Mau Om atau Tanta Kamu semua, C*ki Kamu punya Mama Kamu M*i punya P*ki semua. Kamu tunggu Saya besok pagi Manumutin ini kalau Saya mau bakar, Siapa mau Tanya Saya?”.

3). Khusus Melkianus Banu, “itu Melki: T*l* hitam”.

4). Masih banyak ucapan MMNB yang bernada ancaman dan makian, yang tidak layak diucapkan oleh seorang Wakil Rakyat kepada masyarakat apalagi kami yang namanya disebutkan di atas adalah pendukung dan pemilih Bapak MMBN pada pemilihan umum.

Selanjutnya korban/pelapor memohon kepada BK dapat mempertemukan pihaknya dengan Anggota DPRD Belu MMNB untuk penyelesaian masalah ini.

“Kami minta Bapak MN menjelaskan kepada kami, kenapa sampai kami diperlakukan seperti ini, dimaki dan diancam,” tulis mereka.

Baca juga :  Ketua SMSI Bali Berharap Polisi Hormati Hak Tolak Wartawan

Lebih lanjut, para korban/pelapor dalam surat laporan tersebut juga menginformasikan bahwa MMNB dalam beberapa bulan terakhir ini sudah empat kali berbuat keonaran atau perbuatan tidak menyenangkan, mengancam bahkan memukul masyarahat.

Antara lain, memukul saudara Alo Bian, mengancam anak Bapak Buang Manise, mengancam saudara Alexander da Siiva Mau dan mengancam para korban/pelapor.

Laporan tertulis yang ditandatangani oleh sembilan orang korban/pelapor itu dalam tembusannya juga disampaikan kepada Ketua DPRD Belu, Ketua DPC Gerindra Belu di Atambua, Ketua DPD Gerindra NTT di Kupang, Ketua DPP Gerindra di Jakarta dan Anggota DPRD Belu, MMNB sendiri.

Anggota DPRD Belu, MMNB yang dikonfirmasi awak media, Senin (12/04/2021) sore mengatakan tidak pernah mengancam siapapun.

Menurutnya pada Minggu 11 April 2021 malam, dirinya sempat dalam keadaan setengah tidak sadar, sempat mengusir anaknya yang sedang berkeliaran di jalan pada jam tengah malam.

Melihat anaknya tersebut dirinya sebut dia sempat mengeluarkan kata-kata yang pada intinya memarahi anaknya agar segera pulang karena telah larut malam.

Bukan hanya anaknya, lanjut MMNB, namun ada juga beberapa anak lain yang saat itu sedang bermain bersama dengan anaknya juga turut diusirnya.

Namun kemudian apabila ada laporan bahwa dirinya melakukan ancaman, MMNB menegaskan hal itu tidak benar karena saat itu seingat dirinya ia sedang mengusir anaknya yang sedang berkeliaran pada tengah malam.

Tentang adanya laporan ke polisi, MMNB mengaku siap jika dipanggil polisi.

“Kalau memang sudah dilapor saya tunggu saja panggilan dari pihak kepolisian,” jawabnya. (Ronny)

Facebook Comments