TNI AL Selamatkan 31 Penyu yang Diselundupkan

112
FOTO : TNI AL Selamatkan 31 Penyu yang Diselundupkan.(tim)

Denpasar, The East Indonesia – Danlantal V Surabaya Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi mengatakan, sebanyak 31 ekor penyu berukuran besar dan kecil berhasil diselamatkan oleh anggota TNI AL Kamal Denpasar dalam operasi yang digelar pada Rabu (29/12/2021). Hal ini disampaikan Suryono Hadi saat memberikan keterangan di Pulau Serangan, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Jumat (31/12/2021). Hadir dalam acara tersebut antara lain Asops Danlantamal V Kolonel Laut (P) Hreesang Wisanggeni, Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana, Kepala BKSDA Prov Bali R. Agus Budi Santosa, Ketua Yayasan TCEC (Turtle Conservation Education Centre) Made Sukanta.

Menurutnya, awalnya penyu berjumlah 32 ekor yang ditangkap oleh nelayan untuk diselundupkan dan dijual secara ilegal. Namun satu ekor penyu berukuran besar sudah disembelih oleh para pelaku dan sudah dipotong-potong menjadi daging untuk dijual secara ilegal. Petugas berhasil menyita daging penyu tersebut untuk dijadikan barang bukti. Sehingga yang bisa diselamatkan sebanyak 31 ekor. Selain menyelamatkan 31 ekor penyu, anggota TNI AL Lanal Denpasar juga menangkap 21 ABK atau nelayan, dengan tiga perahu berukuran besar hingga sedang. Ikut disita juga berbagai peralatan tangkap seperti mesin penyedot, senter bawah air, baju selam, kaca mata bawah air, senjata panah besi rakitan. “Mereka ini para nelayan biasa awalnya. Namun karena terdesak permintaan dari para penyelundup dengan harga yang mahal maka mereka nekat melakukan hal tersebut. Para pelaku bersama 3 perahu atau jukung ditangkap sekitar perairan Kuta sesuai informasi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Ibu Tiri Di Buleleng

Keberhasilan tim patroli TNI AL Lanal Denpasar dalam menggagalkan penangkapan dan penyelundupan 32 ekor penyu hijau ini merupakan sebuah prestasi. Penyu Hijau ini merupakan binatang yang sangat langka dan dilindungi dan merupakan jaringan ekosistem kehidupan biota laut. Dikarena penyu hijau ini memakan lamun yang merupakan tempat berpijahnya ikan. Sehingga tanpa peran penyu hijau ini, ikan tidak akan berpijah.
“Jadi sangat perperan penyu ini dalam kehidupan biota laut,” jelasnya.

Penangkapan jukung beserta ABK dan barang bukti penyu hijau ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima pada Rabu (29/12/2021) pukul 23.35 Wita. Kemudian ditindaklanjuti Tim Inteligen dan Operasi Lanal Denpasar dan melakukan penangkapan pada Kamis (30/12/2021) pukul 04.30 Wita. Yang di dalamnya memuat 32 ekor penyu satu sudah dipotong untuk persediaan makan mereka dan juga peralatan penangkapan ikan lainnya.

Baca juga :  Polres Badung Proses Kasus Kekerasan Terhadap Dokter

Tim Lanal Denpasar menangkap 3 jukung yang diawaki 21 orang ABK. Jukung pertama dinahkodai oleh Joni Pranata (32), jukung kedua Suripto (50), dan jukung ketiga Sudirman (48). “Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Tindak pidana ini disidik langsung oleh Lanal Bali dibantu dengan penyidik mobile dari Lantamal V Surabaya.

Kegiatan yang dilanggar pasal Pasal 21 ayat (2) juncto Pasal 40 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam. Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan denda Rp 100 juga,” jelasnya.

Semua penyu laut di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistemnya dalam Pasal 21 ayat (2) menyebutkan bahwa menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; atau menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00.

Baca juga :  GenPI Jatim: Pariwisata Masa Depan Indonesia

Hasi interogasi sementara, Penyu Hijau tersebut ditangkap dalam waktu semalam. Hal ini diakui oleh Komandan Lanal Denpasar, Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana. Ia menambahkan bahwa timnya bergerak cepat untuk melakukan penangkapan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat hari itu. “Ke-21 ABK tersebut merupakan nelayan. Dalam semalam saja mereka menangkap sebanyak 32 ekor Penyu Hijau.

Para ABK ini memang lihai dalam mendeteksi lokasi penyu berada. Mungkin karena ada permintaan dari konsumen ini. sehingga dia bisa dibilang ebralih profesi. Kejadian ini hanya dilaksanakan dalam semalam,” ungkapnya. Penangkapan ini bukan kali pertama. Sebelumnya Lanal Denpasar juga menangkap pelaku yang melakukan penangkapan dan penyelundupan penyu pada 17 Maret 2019 di Dusun Banyuwedang, Desa Gerogak, Kabupaten Buleleng Bali.(Arnold Dhae)

Facebook Comments

About Post Author