Beri Keringanan Pembayaran Tunggakan Peserta, BPJS Kesehatan Luncurkan Program REHAB

34
Awak media di BPJS Kesehatan Atambua saat mengikuti daring kegiatan sosialisasi pengelolaan informasi publik, diskusi media, evaluasi penguatan manajemen inovasi dan aset pengetahuan serta penguatan fungsi SDM, umum dan komunikasi publik BPJS Kesehatan kedeputian wilayah Bali, NTT dan NTB. Foto : Ist

ATAMBUA, The East Indonesia – Dalam rangka memberikan kemudahan dan keringanan pembayaran iuran bagi peserta dalam melakukan pembayaran tunggakan iuran, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan program Rencana Pembayaran Iuran Bertahap (REHAB).

Program REHAB ini diperuntukkan bagi peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang memiliki tunggakan iuran agar dapat melakukan pembayaran iuran secara bertahap.

Hal ini terungkap dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan informasi publik, diskusi media, evaluasi penguatan manajemen inovasi dan aset pengetahuan serta penguatan fungsi SDM, umum dan komunikasi publik BPJS Kesehatan kedeputian wilayah Bali, NTT dan NTB yang digelar di Denpasar, Selasa (24/04/2022).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga hubungan kemitraan yang baik antara BPJS Kesehatan dengan media massa serta meningkatkan pemahaman media tentang program JKN-KIS agar tersampaikannya kebijakan program JKN-KIS kepada masyarakat.

Kegiatan ini diikuti sekitar puluhan awak media massa yang dilakukan secara daring dari wilayah kerja masing-masing di kedeputian wilayah Bali, NTT dan NTB.

Baca juga :  Ketua Persit KCK PD Cenderawasih Barbagi Kasih kepada Anak-Anak Panti Asuhan

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan, Agung Putu Darma dan dihadiri jajaran BPJS Kesehatan.

Pada BPJS Kesehatan cabang Atambua sendiri diikuti oleh Kepala BPJS Kesehatan Atambua, Munaqib bersama 1 orang staf BPJS Atambua serta 5 media diantaranya RRI Atambua, Pos Kupang, Timor Express, Kilas Timor.com, Go Berita.id dan The East.co.id di Aula Kantor BPJS Kesehatan Cabang Atambua.

Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan, Agung Putu Darma menyampaikan bahwa memasuki tahun ke-9 penyelenggaraan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan terus berupaya memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS terkait kepesertaannya melalui berbagai kebijakan dan inovasi terkini. Kali ini, BPJS Kesehatan meluncurkan Program Rencana Pembayaran Iuran Bertahap (REHAB) yang diperuntukkan bagi peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang memiliki tunggakan iuran agar dapat melakukan pembayaran iuran secara bertahap.

Dijelaskan bahwa adanya program ini dilatarbelakangi akibat rendahnya kemampuan untuk membayar iuran oleh peserta PBPU dan BP, khususnya pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Baca juga :  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dampingi Ny. Putri Suastini Koster Panen Raya di Babahan

“Program REHAB ini memang bertujuan untuk memberikan kemudahan dan keringanan bagi peserta dalam melakukan pembayaran tunggakan iuran melalui mekanisme cicilan. Sehingga memberi kesempatan peserta untuk dapat segera mengaktifkan kepesertaannya,”ungkap Agung.

Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan menerangkan bahwa peserta yang dapat mengikuti Program REHAB adalah peserta yang memiliki tunggakan lebih dari 3 bulan (4-24 bulan).

Dituturkan bahwa layanan yang diluncurkan BPJS Kesehatan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses layanan serta mengakomodir harapan dan memenuhi kebutuhan peserta maupun para pemangku kepentingan.

Untuk pendaftarannya, Agung Putu Darma menjelaskan bahwa dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN atau BPJS Kesehatan Care Center 165.

Dikatakan peserta dapat membuka aplikasi Mobile JKN kemudian pilih rencana pembayaran bertahap, selanjutnya akan muncul informasi total tunggakan, kemudian jika dilanjut akan muncul simulasi tagihan pembayaran bertahap, pilih jangka waktu pembayaran, kemudian muncul rencana pembayaran tagihan bulan berjalan, tinggal pilih apakah pembayaran akan dibayar penuh atau bertahap, kemudian selesai.

Baca juga :  Abaikan Prokes, Orang Asing Berebut Vaksin di DPRD Bali

“Intinya itu dibaca kemudian diikuti instruksinya. Download saja aplikasi mobile JKN karena banyak fitur-fitur lain yang dapat dimanfaatkan,” jelas Agung.

Ditambahkan, “Perlu diingat, pendaftaran dapat dilakukan sampai dengan tanggal 28 bulan berjalan, kecuali bulan Februari pendaftaran sampai dengan tanggal 27. Untuk maksimal periode pembayaran bertahap ini adalah setengah dari bulan menunggak, misal menunggak 4 bulan maka periode pembayarannya maksimal 2 tahap. Status kepesertaan akan kembali aktif setelah seluruh tunggakan dan iuran bulan berjalan lunas dibayarkan.”

Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan, Agung Putu Darma berharap untuk bisa mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dalam hal bersama-sama mengawal berjalannya Program JKN-KIS dengan baik, agar seluruh peserta mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik demi Indonesia yang lebih sehat. (Ronny)

Facebook Comments