Monday, September 21, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

10 Pejabat Belu Berebut Kursi Sekda dan Inspektur Daerah

ATAMBUA, The East Indonesia – Sepuluh pejabat resmi mengikuti proses seleksi ketat untuk mengisi dua jabatan strategis tertinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belu.

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama ini menjadi penentu arah administrasi dan pengawasan internal roda pemerintahan Belu ke depan.

Kompetisi memperebutkan posisi Sekretaris Daerah (Sekda) dan Inspektur Daerah (Irda) ini dibuka secara resmi oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, di Gedung Wanita Bete Lalenok Atambua, Jumat, 18 September 2026.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, seluruh peserta seleksi, serta tim penguji dari BKD Provinsi NTT.

Proses Selter kali ini menyaring 10 pejabat terbaik yang telah dinyatakan lolos tahap administrasi.

Berikut adalah rincian kandidat untuk kedua posisi:

Seleksi Terbuka Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Belu :
1. Aloysius Michael Fahik, S.STP
2. Frederikus Lasakar Beremau, ST
3. Jules Constantyn C.M.A Ando, SE., MM
4. Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, MM
5. Vincentius Kurniawan Laka, ST

Calon Inspektur Daerah (Irda) pada Inspektorat Daerah Kabupaten Belu :
1. Dominikus Dwi Untoro Bone, ST., MT
2. Fritz Charles Yoseph Nggaludjawa, ST
3. Imelda Prima Dejanti Bria, SH
4. Marselinus Koli, S.Sos
5. Victor M. Manek Kiik, ST, MT

Bupati Belu, Willybrodus Lay mengakui adanya atmosfer tegang yang berbeda dari biasanya diantara para peserta yang sebagian besar sudah dikenalnya dengan baik.

“Biasanya saya melihat mereka santai, tapi hari ini saya melihat semuanya tegang. Itu wajar. Silakan kerjakan tugas dengan baik, ikuti petunjuk, dan jawablah setiap pertanyaan dengan integritas. Saya mengharapkan lahirnya Sekda dan Inspektur yang berkualitas untuk membantu kepemimpinan daerah ke depan,” ujar Bupati Willy.

Dengan dibukanya seleksi ini, Pemkab Belu berharap dapat mendapatkan pemimpin administratif dan pengawas internal yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan visi yang selaras dengan pembangunan Kabupaten Belu.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Kompetensi dari Assessment Center BKD Provinsi NTT, Guido El Joacim Laga, S.STP., M.Si, menyampaikan pesan kritis agar para peserta memaksimalkan potensi mereka.

Ia mengingatkan bahwa gangguan pekerjaan harian sering menjadi penyebab utama penurunan nilai dalam simulasi kompetensi manajerial.

“Seringkali kami menemukan ketidaksesuaian antara kemampuan sehari-hari seorang pejabat dengan hasil tesnya. Mengapa? Karena saat mengerjakan soal kompleks atau simulasi peran, tiba-tiba ada staf yang meminta disposisi. Fokus hilang, energi terpecah. Oleh karena itu, atas seizin Bupati dan PJ Sekda, kami menyarankan peserta untuk bebas tugas sementara selama proses ujian hari ini dan besok,” tegas Guido.

Ia juga menegaskan bahwa Assessment Center BKD Provinsi NTT telah terakreditasi A oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), menjamin validitas dan objektivitas penilaian.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, calon Sekda yang terpilih nantinya harus melalui koordinasi dengan Gubernur NTT sebelum ditetapkan oleh Bupati. (Ronny)

Popular Articles