SINGARAJA,The East Indonesia – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada anak remaja, khususnya terkait pendidikan seks, bahaya pergaulan bebas, serta perlindungan diri. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai menjadi salah satu kunci mencegah berbagai perilaku berisiko di kalangan remaja.
Hal tersebut disampaikan Ny. Wardhany Sutjidra saat menjadi narasumber dalam Seminar Parenting SMP Negeri 8 Singaraja dengan tema “Pendidikan Seks, Pergaulan Bebas dan Dampaknya, serta Perlindungan Hukum bagi Anak dan Remaja”, di Aula SMP Negeri 8 Singaraja, Sabtu (7/11).
Dalam pemaparannya, Wardhany Sutjidra menjelaskan bahwa pendidikan seks bukan berarti mengajarkan hal-hal vulgar, melainkan memberikan pemahaman kepada anak sesuai usia agar mampu mengenali tubuh, menghargai diri sendiri, serta melindungi diri dari tindakan yang tidak pantas. Edukasi tersebut juga perlu berlandaskan nilai agama, kesopanan, dan budaya.
Ia juga menyoroti sejumlah faktor yang dapat mendorong remaja terjerumus dalam pergaulan bebas, mulai dari pengaruh teman sebaya, media sosial tanpa pengawasan, paparan pornografi, hingga kurangnya komunikasi dan perhatian dalam keluarga. Dampaknya tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga kondisi psikologis, prestasi belajar, serta masa depan anak.
“Anak yang tahu cara menjaga dirinya adalah buah dari orang tua yang mau mendengarkan,” ungkap Wardhany.
Menurutnya, orang tua harus mampu menjadi tempat paling aman bagi anak untuk bertanya dan menyampaikan persoalan yang dihadapi tanpa rasa takut dihakimi. Pengawasan terhadap lingkungan pertemanan dan penggunaan gawai juga perlu dilakukan secara bijak.
Lebih lanjut, ia mengajak para orang tua membangun kedekatan emosional melalui komunikasi yang hangat, terbuka, dan penuh kasih sayang.
“Pendidikan terbaik bukan yang membuat anak takut bertanya, melainkan yang membuat anak ingin pulang untuk bercerita,” tegasnya.
Melalui seminar ini, diharapkan para orang tua semakin memahami pentingnya pendampingan sejak dini guna membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, serta mampu melindungi diri dari pengaruh negatif lingkungan.(Wis)


