ATAMBUA, The East Indonesia – Dalam upaya nyata meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Timor (Unimor) menggelar aksi sosial di Desa Umaklaran, Kabupaten Belu.
Fokus utama kegiatan ini adalah pengadaan fasilitas tempat cuci tangan bagi warga di Dusun Abatsali dan Dusun Taekto’o.
Pengadaan fasilitas ini mencakup tiga poin krusial:
Pencegahan Penyakit Menular: Menjadi benteng pertama melawan kuman patogen, diare, hingga influenza.
Edukasi PHBS: Mendorong kebiasaan mencuci tangan yang benar sebagai langkah dasar kesehatan.
Inovasi Ekonomis: Memanfaatkan alat portabel yang ramah biaya namun tetap efektif secara fungsi.
Oktodemus Kabosu, salah satu perwakilan mahasiswa, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas yang memadai adalah kunci utama dalam memutus mata rantai penyakit.
“Tujuan utama kami adalah sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit dan meningkatkan kebersihan diri warga. Kami ingin mempermudah masyarakat mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, sekaligus memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna yang ekonomis dan praktis untuk digunakan sehari-hari,” ujar Oktodemus saat di lokasi, pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan tangan terus meningkat, sehingga Desa Umaklaran dapat menjadi lingkungan yang lebih sehat dan tangguh terhadap ancaman penyakit menular.
Aksi mahasiswa ini pun disambut hangat oleh penduduk setempat. Kehadiran fasilitas cuci tangan tersebut dinilai menjadi solusi praktis bagi kendala kebersihan yang selama ini dihadapi warga.
“Kami atas nama warga Dusun Taekto’o mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa atas bantuan pembuatan tempat cuci tangan ini. Fasilitas ini sangat bermanfaat bagi kami dalam menjaga kebersihan tangan sehari-hari,” ungkap salah seorang warga, Mama Gaudentia Bui Pelung.(Rony)

