Wednesday, July 22, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Tengah Masyarakat, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 12 Kostrad Revitalisasi Sumur Bor di Silawan

ATAMBUA, The East Indonesia – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/AY/2/2/Kostrad kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat di wilayah perbatasan.

Melalui inisiatif swadaya, personel TNI Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad berhasil merevitalisasi dua sumur bor yang bertahun-tahun terbengkalai di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Kali ini, terpantau secara langsung, aksi gotong royong Personil Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad pada Selasa, 27 Juli 2026 kembali merevitalisasi sumur bor di Dusun Nanaeklot, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Revitalisasi ini meliputi, Perbaikan komponen sumur bor yang rusak, Penggantian pipa saluran air dan pompa baru, Pembangunan dudukan untuk penampung air (viber air), Pemasangan meteran listrik khusus untuk operasional sumur.

Aksi kemanusiaan ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap sulitnya akses air bersih yang dialami warga setempat sehingga perlu dihidupkan kembali sumber air bersih yang telah mati selama beberapa tahun terakhir di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste tersebut.

Melalui pembaruan ini, fasilitas sumur bor kini akan kembali beroperasi secara optimal untuk memproduksi air bersih bagi konsumsi harian warga setempat.

Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., melalui Dankima Kapten Arm Sugiyo, menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah konkret TNI dalam mendukung program strategis nasional.

“Inisiatif dari Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad ini memadukan program TNI AD Manunggal Air dengan visi pembangunan Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada ketahanan sumber daya air dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapten Arm Sugiyo.

Sebagai desa yang berada tepat di garis batas negara, Desa Silawan secara historis sangat membutuhkan penguatan infrastruktur dasar karena Dankima Kapten Sugiyo menjelaskan bahwa kehadiran Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad melalui revitalisasi ini menjadi solusi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat Silawan yang berada di garis perbatasan Negara.

Sementara itu, Danpos Silawan, Letda Arm Deddy Prima, didampingi Danki 1, Kapten Arm Heri Purnomo, menceritakan awal mula pergerakan ini.

Berdasarkan informasi dari personel pos sebelumnya (Yonif 741), warga Silawan selama ini terpaksa membeli air bersih seharga Rp100.000 per tangki, yang hanya bertahan untuk tiga hari.

Jika diakumulasikan selama satu tahun, pengeluaran tersebut menjadi beban ekonomi yang sangat berat bagi masyarakat.

“Melihat kondisi tersebut, kami mencari informasi dan menemukan adanya sumur bor terdekat yang sudah rusak serta terbengkalai selama kurang lebih 3 hingga 4 tahun,” ujar Letda Arm Deddy Prima.

Bergerak cepat mengatasi masalah tersebut, personel Satgas Pamtas langsung mengambil inisiatif sejak berada di home base dengan membawa mesin air sendiri.

Pihak Satgas kemudian berkoordinasi secara humanis dengan aparat wilayah, mulai dari kepala desa hingga kepala dusun dan RT/RW, serta menemui langsung pemilik sumur untuk menjelaskan maksud dan tujuan tersebut.

“Karena di sini warga masih kekurangan air bersih, kami memperbaiki komponen sumur bor yang rusak, Penggantian pipa saluran air dan pompa baru, Pembangunan dudukan untuk penampung air, penyediaan Viber Air hingga Pemasangan meteran listrik khusus untuk operasional sumur. Tujuannya agar sumur ini bisa kembali difungsikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat,” tambahnya.

Danpos Silawan, Letda Arm Deddy Prima, juga mengatakan bahwa sebelumnya, Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad tercatat telah merevitalisasi dua titik sumur bor di Desa Silawan.

Titik pertama berada di Dusun Adubitin dan saat ini sedang beroperasi penuh serta terus dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kita lakukan ini hanya sebagai solusi atas kesulitan masyarakat di Desa Silawan perbatasan Negara Indonesia dan Timor Leste,” ujar Danpos Silawan. (Ronny)

Popular Articles