Thursday, July 23, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pemkab Buleleng Perkuat Sinergi Lintas Sektor Demi Sukseskan BIAS HPV 2026

SINGARAJA, The East Indonesia – Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Human Papillomavirus (HPV) Tahun 2026 sebagai upaya menekan angka kasus kanker serviks sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan generasi muda.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan BIAS HPV Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Rabu (22/7). Kegiatan ini melibatkan unsur perangkat daerah, sektor pendidikan, fasilitas kesehatan, serta para pemangku kepentingan guna menyamakan langkah dalam pelaksanaan imunisasi di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, menyampaikan keberhasilan program imunisasi HPV tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pelaksanaan imunisasi dapat menjangkau seluruh sasaran secara optimal.

Pihaknya menjelaskan, kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan yang sebagian besar dipicu oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Karena itu, pemberian imunisasi sejak usia sekolah merupakan langkah pencegahan yang efektif sekaligus investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Pencegahan melalui imunisasi merupakan upaya paling efektif untuk melindungi anak-anak dari penyakit akibat infeksi HPV. Ini adalah investasi kesehatan yang manfaatnya akan dirasakan hingga masa depan,” ujar dr. Sucipto.

Lebih lanjut disampaikan, percepatan eliminasi kanker serviks telah menjadi prioritas pembangunan kesehatan nasional. Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menerbitkan Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Nomor B.400.7.7.2/2507/VII/2026 tanggal 6 Juli 2026 tentang Dukungan Pelaksanaan Program Imunisasi Human Papillomavirus (HPV) Tahun 2026.

Melalui surat tersebut, setiap perangkat daerah dan pemangku kepentingan diberikan peran sesuai tugas dan fungsi masing-masing, mulai dari edukasi kepada masyarakat, pendataan sasaran, pelaksanaan imunisasi, komunikasi publik, hingga mobilisasi masyarakat agar cakupan imunisasi dapat tercapai secara maksimal.

Rapat koordinasi juga menjadi forum untuk mematangkan berbagai persiapan teknis, meliputi validasi data sasaran, kesiapan logistik vaksin, tenaga kesehatan, koordinasi dengan sekolah dan madrasah, strategi komunikasi kepada orang tua, hingga penguatan sistem pencatatan dan pelaporan.

Pada pelaksanaan BIAS HPV Tahun 2026, pemerintah juga mulai menerapkan perluasan sasaran imunisasi. Selain tetap menyasar anak perempuan sesuai program nasional, imunisasi kini diberikan kepada anak laki-laki berusia 11 tahun. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih luas terhadap penyakit akibat infeksi HPV sekaligus membantu memutus rantai penularan virus di masyarakat.

Menutup arahannya, dr. Sucipto mengajak seluruh peserta rapat menjadi agen edukasi yang menyampaikan informasi benar dan berbasis bukti ilmiah kepada masyarakat, sekaligus meluruskan berbagai misinformasi mengenai imunisasi.

“Apabila seluruh lintas sektor menyampaikan pesan yang sama, dan berbasis bukti, saya yakin kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi akan semakin meningkat. Hal tersebut akan berdampak pada meningkatnya cakupan imunisasi HPV dan memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak Buleleng,” pungkasnya.(Wis)

Popular Articles