DENPASAR, The East Indonesia – Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya, Bali Tourism Awards (BTA) 2026 kembali hadir sebagai ajang apresiasi bagi individu, pemimpin hospitality, hotel, resort, villa, perusahaan, dan institusi yang telah memberikan dedikasi, inovasi, kepemimpinan, serta kontribusi nyata bagi perkembangan industri pariwisata Bali.
Penyelenggaraan Bali Tourism Awards 2026 tahun ini berlangsung di Bali Beach Convention Center, The Sanur Special Economic Zone for Health & Wellness, salah satu kawasan yang merepresentasikan pengembangan pariwisata Bali yang terintegrasi dengan sektor kesehatan, wellness, dan MICE.
Mengusung tema “Eleven Years of Excellence, Inspiring the Future”, penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum untuk merayakan perjalanan sebelas tahun dalam menjaga standar excellence industri pariwisata, sekaligus menjadikan berbagai pencapaian tersebut sebagai inspirasi untuk membangun masa depan pariwisata Bali yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.
Selama sebelas tahun, Bali Tourism Awards telah menjadi wadah apresiasi bagi berbagai elemen dalam ekosistem pariwisata. Pada tahun 2026, sebanyak 38 penghargaan diberikan yang terdiri dari 13 penghargaan personal & hospitality leaders, 14 penghargaan hotel, resort & villa, serta 11 penghargaan company & institution.
Penghargaan personal tahun ini merepresentasikan berbagai bidang strategis dalam pembangunan pariwisata, mulai dari Tokoh Agama, Budaya, Pemerintahan, Pendidikan Pariwisata, Komunitas pariwisata dan pemerhati pariwisata yang telah berkontribusi dalam pembangunan Pariwisata Bali.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut mendapatkan apresiasi dalam ajang ini, termasuk Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, Dr. H. Fadli Zon, Dr. I Wayan Koster, M.M., ; I Kadek Agus Arya Wibawa, S.E., M.M., Wakil Walikota Denpasar;; Dr. Christine Hutabarat, S.S., M.M dan beberapa tokoh nasional.
” Sebanyak 14 hotel, resort, dan villa menerima penghargaan dalam berbagai kategori yang mencerminkan keberagaman industri hospitality Bali serta kontribusi berbagai pelaku dalam menghadirkan pengalaman wisata dan standar pelayanan yang semakin baik.
Selain sektor hospitality, Bali Tourism Awards 2026 juga memberikan apresiasi kepada sektor penerbangan melalui penghargaan Bali Leading Airline of The Year, serta berbagai sektor pendukung pariwisata lainya.
President ITTA Foundation, Panca R. Sarungu, SE., MMSI, CTE, menyampaikan bahwa perjalanan sebelas tahun Bali Tourism Awards merupakan perjalanan bersama seluruh elemen dalam ekosistem pariwisata. “Eleven Years of Excellence bukan hanya tentang sebelas tahun perjalanan Bali Tourism Awards, tetapi tentang bagaimana kita terus menjaga standar excellence dan menjadikannya inspirasi untuk masa depan.”
“Setiap penerima penghargaan memiliki kontribusi dan cerita yang berbeda, tetapi semuanya memiliki satu kesamaan, yaitu memberikan sesuatu yang berarti bagi pariwisata Bali.”, Hal tersebut disampaikan Panca R Sarungu dalam Konferensi Pers yang dilakasankan di Agung Room The Meru Sanur (14/9/2026).
Menurut Panca, masa depan pariwisata tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, pendidikan, masyarakat, komunitas, dan seluruh elemen yang memiliki peran dalam ekosistem pariwisata.
“Kami berharap Bali Tourism Awards tidak berhenti pada seremoni penghargaan. Penghargaan ini harus menjadi tanggung jawab baru untuk terus berkembang, berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat SDM, dan membangun pariwisata Bali yang semakin berkelanjutan.”
Sementara menurut Dr. Dewi Tamara, MM., MS., dri BINUS Business School,menjelaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam memastikan industri pariwisata mampu beradaptasi terhadap perubahan global. “Transformasi industri pariwisata membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan global. Pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan pemimpin masa depan yang mampu menggabungkan hospitality excellence, teknologi, kreativitas, dan keberlanjutan.”
“Kolaborasi antara industri dan pendidikan menjadi kunci agar pariwisata Indonesia, khususnya Bali, tidak hanya unggul saat ini tetapi juga memiliki daya saing yang kuat untuk masa depan.” ujarnya.(Chris)


