LAMPUNG, The East Indonesia – Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi murid. Melalui teknologi, guru dapat menyajikan materi secara visual, mengintegrasikan berbagai media digital, serta mengajak murid terlibat langsung dalam pembelajaran.
Badrun, guru Pendidikan Agama Islam SMPN 9 Metro, Lampung, memanfaatkan PID pada setiap tahapan pembelajaran, mulai dari kegiatan awal, penyampaian materi inti, hingga asesmen. Ia menggabungkan Google, YouTube, Canva, Wayground, dan Wordwall.net untuk memperkaya penyajian materi sekaligus membangun interaksi di kelas.
“Saya memanfaatkan PID dalam pembelajaran agama sebagai alat bantu pembelajaran yang menguatkan proses interaksi bersama murid melalui fitur-fitur yang ada di dalamnya, baik pada sesi awal, inti, maupun media asesmen,” ujar Badrun, Kamis (8/10).
Menurutnya, penggunaan media digital juga memudahkan guru menghadirkan fakta di lapangan sebagai penguat konsep. Murid pun lebih antusias ketika mendapat kesempatan menggunakan perangkat secara langsung. “Murid lebih tertarik, apalagi diajak langsung terlibat dalam penggunaan PID. Ini mengurangi kondisi murid yang mengantuk dan suka bicara sendiri karena sajiannya lebih variatif dan interaktif,” ungkapnya.
Pengalaman serupa dirasakan para murid. Mereka menilai PID membuat pembelajaran lebih menyenangkan sekaligus membantu memahami materi yang sebelumnya sulit dibayangkan. “PID membuat pembelajaran lebih menarik, kita jadi lebih paham sama materinya, lebih mudah dicerna,” tutur murid kelas VII, Mezzaluna Azzury.
Selain itu, murid juga merasakan manfaat visualisasi saat mempelajari materi yang membutuhkan contoh konkret. Gambar dan tayangan pada PID membantu mereka membangun pemahaman sebelum mempraktikkan atau mendalami materi. “Kalau diterangkan guru secara searah, sebelum ada PID, pasti bingung. Dengan PID jadi ada gambarannya, jadi tambah nyambung di otak,” tutur murid kelas VII lainnya, Ratu Qimora yang sebelumnya mengira IFP/PID hanya sebatas TV layar datar biasa.
Pemanfaatan PID di SMPN 9 masih bergantian sesuai kebutuhan kelas. Murid lainnya, Rizna Aurora Putri, berharap perangkat tersebut hadir lebih banyak dan dilengkapi materi yang semakin beragam agar kegiatan belajar semakin menarik.
Dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terhadap Digitalisasi Pembelajaran terus diupayakan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti dalam kunjungannya ke sekolah tersebut menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Lampung menerima 9.907 unit IFP dan 9.887 laptop, dengan anggaran IFP sebesar Rp329,1 miliar. Tahun lalu, khusus di Kota Metro, Digitalisasi Pembelajaran diwujudkan dengan alokasi 193 unit IFP dan 193 laptop dengan total anggaran mencapai Rp6,4 miliar.
Selanjutnya, di tahun ini, pemerintah juga merencanakan tambahan tiga IFP di setiap sekolah. “Tahun ini, semua sekolah akan mendapatkan tambahan tiga IFP,” ucapnya.
Mendikdasmen berharap, melalui pemanfaatan teknologi yang terencana, PID bisa menjadi sarana untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup, membantu murid memahami materi, dan mendorong semangat belajar.***


