Friday, May 15, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kapolsek Dentim : Tidak Ada Tindakan Yang Berlebihan

DENPASAR – Kapolsek Denpasar Timur, Adnan Pandibu memberikan klarifikasi terkait dengan kejadian pada, Rabu (28/3) di lingkungan Yayasan Dwijendra Denpasar. Menurutnya, kedatangan anggota kepolisian dari Polsek Denpasar Timur ke TKP sesungguhnya bagian dari upaya untuk menciptakan keamanan kamtinmas dari gangguan. Hal tersebut disampaikan Adnan pada, Selasa (3/4) saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.

Menurutnya, tidak ada tindakan yang berlebihan dari polisi yang datang pada saat itu. “Kita menerima laporan dan kita langsung cek ke TKP dan ternyata tidak bentrokan,” ujarnya. Adnan juga membantah bahwa ada banyak anggota polisi yang turun ke TKP. “Itu hanya beberapa orang saja biasakan hanya cek saja. Tidak ada yang berlebihan,” ujarnya.

Adnan juga mempersilahkan pihak yang ingin yang merasa keberatan untuk membuat surat ke Kapolda Bali untuk meminta klarifikasi terkait dengan kejadian pada saat itu. “Ya kita sah sah sajakan (buat surat). Orang mau ketemukan sah-sah saja,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa diduga ratusan aparat kepolisian dari Denpasar Timur turun ke Sekolah Dwijendra Denpasar pada, Rabu (28/3). Polisi yang datang menggunakan motor trail dan bersenjata lengkap. Kedatang mereka berdasarkan adanya laporan bahwa ada bentrok di tempat tersebut. Namun, ternyata tidak ada.

Tindakan aparat kepolisian tersebut oleh pihak yayasan dinilai sebagai represif dan menyalahi SOP yang berlaku di tubuh polri. Ledang Asmara salah satu komite yayasan mengatakan aksi aparat Polsek Dentim tersebut dinilainya sebagai tindakan yang represif karena mengabaikan kultur budaya mencari informasi. Selain itu, tindakan polisi juga melanggar SOP yang berlaku ditubuh kepolisian. “Aparat datang tidak sesuai SOP. menurut kami itu tidak sesuai dengan SOP. Kenapa mereka ga baca situasi dulu,” ujarnya.

“Untung saja waktu itu sore hari. Gimana kalau ada siswa-siswa kalo melihat ada aparat seperti itu datang tanpa ada pemberitahuan. Seharusnya mengecek dulu baru mengirim pasukan. Kami sesalkan tindakan aparat seperti ini,” lanjutnya.

Menurutnya, masuknya aparat kepolisian dari Polsek Dentim ini ada kaitannya dengan kasus penggelapan dana yang dilakukan oleh dua oranh oknum pengurus yayasan Dwijendra. Rentetan peristiwa ini dinilainya mengganggu pembangunan di yayasan Dwijendra. “Kami ingin dokter Carlota dan Satia Negara dengan kesatria memgembalikan uang tersebut dan mengundurkan diri dari kepengurusan (yayasan). Tujuannya agar sekolah, yayasan, guru-guru, dan siswa-siswi aman,” ujarnya.

Laporan: Saverinus Suryanto

Popular Articles