Wednesday, June 17, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dua Keluarga di Buleleng Terlibat Perkelahian

SINGARAJA, The East Indonesia – Dua keluarga di Banjar Dinas Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng terlibat perkelahian, Jumat (4/3) malam, sekitar pukul 23.00 wita. Akibatnya, kedua keluarga itu pun mengalami luka-luka serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit, dan berujung pada saling lapor ke pihak kepolisian.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, dua kubu yang terlibat perkelahian ini diantaranya keluarga dari Putu Mas Merta dengan keluarga dari Kadek Arsana. Perkelahian terjadi di pinggir jalan, tepat di depan kediaman milik Putu Mas Merta. Akibat perkelahian ini, keluarga dari Putu Mas Merta mengalami luka-luka serius hingga harus dirawat intensif di RSUD Buleleng.

Putu Mas Merta mengalami luka pada bagian kepala. Selain itu, anak keduanya bernama Kadek Bayu Widana (17) mengalami luka tusuk pada bagian perut, dan luka pada kepala. Anak ketiganya bernama Komang Neka Muliadi (14) mengalami pendarahan pada otak. Sementara istrinya Luh Ayu Widiani mengalami memar pada bagian tangan, serta trauma.

Sementara keluarga dari Kadek Arsana juga mengalami luka-luka, hingga harus dilarikan ke RS Parama Sidhi Singaraja . Dimana, Kadek Arsana terlihat mengalami luka robek pada bagian kepalanya. Sementara anaknya bernama Gede Porda mengalami patah tulang pada bagian tangan kirinya.

Menurut pengakuan keponakan Putu Mas Merta bernama Ketut Suartana (45) ditemui di IGD RSUD Buleleng mengatakan, Kadek Arsana mulanya berteriak-teriak di depan rumah milik Putu Mas Merta. Sehingga Kadek Bayu Widana pun keluar, untuk melakukan pengecekan. Saat keluar itu, Kadek Bayu disebut-sebut langsung dianiaya oleh tiga orang pria. Satu orang memegang dirinya, sementara dua orang lainnya memukul dan menusuknya menggunakan parang.

Akibat dianiaya itu, Kadek Bayu pun langsung menjerit. Sehingga Putu Mas Merta bersama anak ketiganya Komang Neka Muliadi langsung keluar dari rumah, untuk menyelamatkan Kadek Bayu. Namun Putu Mas Merta serta Komang Neka juga langsung dianiaya menggunakan parang dan linggis. Sementara Luh Ayu Widiani yang melihat anggota keluarganya telah dianiaya, juga keluar dari rumah, dan tubuhnya sempat dibanting.

“Kondisi paman saya (Putu Mas Merta,red) saat ini sudah sadar, baru selesai menjalani operasi karena ada gumpalan darah di kepalanya. Anak ketiganya (Komang Neka,red) juga baru selesai menjalani operasi karena ada pembengkakan juga di kepalanya. Kata dokter anak ketiganya ini harus dua kali dioperasi,” ucapnya.

Ketut Suartana menyebut, hubungan antara Komang Neka dengan tetangganya itu tidak baik. “Saya kurang tau masalahnya apa sehingga ada perkelahian, karena rumah saya jauh. Namun yang jelas paman saya sudah sering mengeluh dengan keluarga besar, karena sering diancam oleh tetangganya ini (Kadek Arsana,red). Sering diajak berkelahi juga,” ungkapnya.

Akibat kejadian ini, Luh Ayu Widiani pun telah melaporkan kejadian ini di Mapolsek Banjar, dengan nomor laporan LP/07/II/2022/SPKT/Polsek Banjar/Polres Buleleng/Polda Bali.

Sementara itu pada Sabtu (5/3) siang, Kadek Arsana bersama putranya Gede Porda mendatangi Polsek Banjar. Ia juga melaporkan kasus ini, karena merasa sebagai korban. Kadek Arsana mengaku dianiaya oleh keluarga Putu Mas Merta, hingga bagian kepalanya luka. Sedangkan anaknya juga dianiaya hingga tulang pada bagian tangan kirinya patah.

Menurut Ketut Darma selaku adik dari Kadek Arsana, ia tidak mengetahui secara pasti penyebab dari perkelahian tersebut. Sebab saat kejadian, ia sedang tidur di rumah. Tiba-tiba, ia mendengar istri dari Kadek Arsana sedang menangis, sehingga ia pun terbangun dan melakukan pengecekan di luar rumah. Saat keluar dari rumah, Ketut Darma menemukan kakaknya sedang berdiri di tengah jalan, dengan kondisi telah bersimbah darah.

“Saya tidak tahu masalahnya apa. Saya melihat kakak saya sudah bersimbah darah. Saya langsung melarikan dia ke RS Parama Sidhi. Baju saya penuh dengan darah. Intinya saya tidak tahu masalahnya apa,” ungkapnya.

Sementara Kapolsek Banjar, Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Pihaknya pun belum dapat memastikan siapa pelaku dari kasus ini, lantaran kedua belah pihak merasa menjadi korban, sehingga berujung pada saling lapor.

“Kami butuh waktu lebih, untuk mendalami kasus ini. Kami belum bisa memintai keterangan dari kedua belah pihak, karena masih membutuhkan penanganan medis dan kurang maksimal untuk dimintai keterangan. Kalau dari Kadek Arsana memang tercium aroma alkohol, ini kami masih dalami juga, ” tutupnya.

Penulis – Wismaya

Popular Articles