Cegah Kebocoran PAD dan Kerusakan Lingkungan, Satpol PP Sidak Galian C di Karangasem

112

KARANGASEM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali bersama Karangasem melakukan sidak aktivitas galian C Kecamatan Kubu, Karangasem. Sidak ini untuk mengontrol penambangan di daerah tersebut dan mencegah kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dan cendrung merusak lingkungan.

Hal tersrbut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi ketika melakukan sidak aktivitas galian C Karangasem di Desa Tianyar dan Desa Ban, Kamis (22/3). Kedua lokasi tersebut petugas melakukan pendataan dan mengecek perijinan penambangan.

Pada kesempatan tersebut, petugas melakukan pendekatan kepada pekerja agar pemilik tambang bisa ditemui untuk diajak diskusi mencari solusi terbaik agar aktivitas galian C berlangsung secara legal dengan mengendepankan pelestarian lingkungan.

Baca juga :  Pernah menjadi Tersangka, Kasus Munarman di Polda Bali akan Diusut Lagi

Sempat terjadi adu argumentasi kepada salah satu pengusaha Galian C dengan Satpol PP Karangasem, namun akhirnya dapat ditengahi oleh Satpol PP Bali.

Ia mengharapkan, kegiatan itu untuk mampu mengingatkan pengusaha agar melakukan aktivitas galian C mengikuti Peraturan Daerah (Perda) Bali No. 4 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan.

Selain itu, diatur pula dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 6 Tahun 2016 tentang Perizinan Usaha Pertambangan Batuan.

Satpol PP telah mendapatkan surat perintah dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk melakukan penertiban dan penegakan hukum terhadap usaha pengelolaan pertambangan mineral bukan logam dan batuan yang tidak berizin/ilegal di wilayah Karangasem sejak tanggal 13 November 2017.

Baca juga :  200 Kader Nasdem Bali Ikuti Pendidikan Politik Tahun 2020

Untuk itu, Satpol PP Bali juga dalam menjaga ketentraman dan ketertiban sesuai surat tugas pokok dan fungsi telah melakukan patroli wilayah terkait dengan keberadaan pengelolaan pertambangan mineral bukan logam dan batuan tanpa ijin di Kabupaten Karangasem pada tanggal 18 dan 19 November 2017 di daerah Bebandem Karangasem. Termasuk tanggal 8 Maret 2018 di Desa Sebudi, Selat

“Kami akan menindak tegas, bagi pengusaha yang masih membandel,” ujarnya, seraya mrnambhakan akan mengadakan pertemuan dalam menuntaskan polemik Galain C yang menjadi sorotan berbagai kalangan pada tanggal 29 Maret mendatang.

Sementara itu, pemilik lahan Galian C Mangku Surat meminta agar mendapatkan pembinaan sehingga aktivitas perekonomian tetap jalan. “Kami akan ikut mendata teman-teman belum mendapat perijinan agar segera diproses,” ujarnya.

Baca juga :  Teaching Factory Menjawab Kesenjangan Kompetensi dan Kebutuhan Industri

Sejatinya, pihaknya akan berupaya mengikuti peraturan yang berlaku dengan baik sehingga ada kenyamanan dalam melakukan penambangan.
Bahkan pihaknya juga menyanggupi menghadiri acara pertemuan Satpol PP yang melibatkan lembaga terkait dan pengusaha galian C.

Facebook Comments