Panglima TNI: Pelaut Ulung Bukan Lahir dari Lautan yang Tenang

Panglima TNI: Pelaut Ulung Bukan Lahir dari Lautan yang Tenang/theeast.co.id

Panglima TNI: Pelaut Ulung Bukan Lahir dari Lautan yang Tenang/theeast.co.id

Foto : Pelaut Ulung. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., beri pembekalan kepada 750 orang Calon Perwira TNI dan Polri secara virtual dari Aula Bhinneka Eka Bhakti Mako Akademi TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2020).

SURABAYA, The East Indonesia – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., mengatakan bahwa pelaut yang ulung bukan lahir dari lautan yang tenang, tapi dari lautan dengan ombak yang besar dan badai.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI saat memberikan pembekalan kepada 750 orang Calon Perwira TNI dan Polri yang dilakukan secara virtual dari Aula Bhinneka Eka Bhakti Mako Akademi TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/7).

Sebanyak 97 Capaja AAL Angkatan Ke-65 yang terdiri dari 87 putra dan 10 putri mengikuti pembekalan ini dari gedung Maspardi, Kesartian AAL, Surabaya.

Tampak hadir mendampingi Capaja AAL saat menerima pembekalan diantaranya Gubernur AAL Laksda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M., Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E, para Pejabat Utama AAL, pelatih dan pengasuh Taruna AAL lainnya.

Selain Capaja AAL, pembekalan ini juga diikuti 254 Capaja Akmil (234 putra dan 20 putri), 106 Capaja AAU (96 putra dan 10 putri) serta 293 Capaja Akpol (244 putra dan 29 putri).

Menurut Panglima TNI, ungkapan diatas memiliki arti bahwa seorang yang sukses dan berjaya tidaklah instan, namun orang tersebut sudah melewati tantangan dan rintangan yang sangat besar, yang sangat berat yang sudah dia taklukan sehingga dia menjadi orang yang sukses.

Panglima TNI juga mengingatkan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri karena dua institusi ini aset bangsa.

“Ingat, para Taruna dan Taruni bahwa TNI-Polri adalah dua institusi besar aset strategis bangsa dan negara kita yang ber-Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai peristiwa nasional atau internasional tak lepas dari kerjasama dan kerja keras TNI-Polri, Pilkada serentak, Pileg, Pilpres, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, bencana alam di Lombok, bencana alam di Palu, bencana alam di Selat Sunda, peristiwa keributan di Papua, kebakaran hutan di Riau, pengamanan KTT dan lain sebagainya.

Menurut Hadi, sinergi ini menyimbolkan persatuan dan kesatuan antar lembaga. Dia juga menegaskan sinergi TNI-Polri adalah kunci keberhasilan menyelesaikan tugas negara.

“Ini menujukan kepada nasional dan internasional bahwa betapa persatuan dan kesatuan yang ditujukkan melalui sinergi TNI-Polri dan komponen bangsa lainnya adalah kunci keberhasilan sebagai bangsa, sehingga sekali lagi sinergi TNI-Polri adalah kunci menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan negara, itulah yang saat ini kita lakukan,” tegas Hadi.

Dalam pandemik Covid-19 lanjutnya, kita harus tetap waspada karena musuh yang kita hadapi sekarang kasat mata yang bisa menyerang siapa saja tidak mengenal status soaial. Oleh sebab itu Ia berpesan kepada Capaja TNI dan Polri untuk membantu masyarakat yang sedang dilanda pandemik Covid-19.(red/*).

Facebook Comments