Kepemimpinan dan Keteladanan menjadi Kunci Hadapi Tantangan Multidimensional

Kepemimpinan dan Keteladanan menjadi Kunci Hadapi Tantangan Multidimensional/theeast.co.id

KEMENDIKBUD. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makariem saat acara Pelepasan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II angkatan XV Tahun 2020 telah selesai dilaksanakan pada Senin (16/11/2020). Foto : Tim Humas.

DEPOK, The East Indonesia – Pelepasan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II angkatan XV Tahun 2020 telah selesai dilaksanakan pada Senin (16/11/2020) dengan metode blended. Peserta mengikuti kegiatan melalui luar jaringan (luring) yakni hadir di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepegawaian (Pusdiklat) dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Sementara itu, sebagian peserta lain mengikuti kegiatan dalam jaringan (daring).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makariem dalam sambutannya mengakui, tidak mudah untuk mengemban amanah yang lebih besar ketika kita semua sedang dihadapkan dengan tantangan multidimensional. ”Tapi, saya yakin, dengan ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini, serta kepemimpinan dan keteladanan Bapak dan Ibu, masyarakat dapat terbantu agar segera bangkit dan pulih dari dampak pandemi,” tuturnya optimis di hadapan para peserta.

Mendikbud berharap, ilmu yang didapatkan peserta selama pelatihan dapat menjadi bekal untuk menghadirkan terobosan-terobosan dan lompatan-lompatan kemajuan untuk mewujudkan Indonesia Maju.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal (Sesjen), Kemendikbud, Ainun Na`im juga berharap pelatihan ini dapat membentuk sosok pemimpin yang inspiratif, adaptif, dan kreatif, sehingga dapat menjadi pemimpin yang unggul di bidangnya.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II telah diselenggarakan tanggal 28 Juli s.d. 14 November 2020 lalu. Kegiatan yang digelar oleh Pusdiklat Pegawai, Kemendikbud didampingi Lembaga Administrasi Negara (LAN), dengan mengusung tema ”Membangun Kepemimpinan Strategis untuk Menghasilkan Pendidikan Berkualitas dan Sumber Daya Manusia Unggul”.

Kepala LAN, Adi Suryanto mengapresiasi mengapresiasi Pusdiklat Kemendikbud dan para pimpinan instansi kementerian yang tetap menyelenggarakan kegiatan ini meski di tengah pandemi Covid-19. ”Ini adalah ceminan proses pembelajaran kolaboratif yang dilakukan dengan metode baru,” ujarnya.

Salah satu peserta PKN, Agam Bayu Suryanto menyatakan bahwa dirinya tidak menyangka mampu melaksanakan proses pembelajaran selama empat bulan dengan metode daring. ”Biasanya berlangsung tatap muka, sekarang kita bisa melakukannya dengan optimal secara daring.”

Peserta PKN tahun ini terdiri dari 51 orang berasal dari Kemendikbud, tiga orang dari dinas pendidikan, satu orang dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, dan lima orang dari Kepolisian Republik Indonesia. Para peserta merupakan pejabat tinggi pratama dan pejabat administrator yang telah dinyatakan lulus seleksi.

Sebagai rangkaian kegiatan, peserta PKN Tingkat II Angkatan XV telah melakukan visitasi secara virtual ke beberapa tempat, yaitu Universitas Kebangsaan Malaysia, Beijing University of Chemical Technology, Jiangsu Vocational Institute of Architectural Technology, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Walikota Semarang serta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Pondok Pesantren Modern Gontor.

Peserta juga berbagi pengalaman dan mendapat inspirasi dari Ibu Susi Pudjiastuti melalui ”Ceramah Kepemimpinan Kewirausahaan”. Dalam kesempatan tersebut, Susi menyampaikan motivasinya untuk terus semangat sebagai agen perubahan. ”Perubahan pada organisasi akan efektif kalau dilakukan terus menerus,” ungkapnya.

Menyambung pernyataan ini, pimpinan LAN mengatakan tidak hanya diikuti oleh peserta yang berjumlah 60 orang karena sebenarnya yang menjadi pendukung perubahan jumlahnya lebih dari itu. ”Yang ikut belajar bisa lebih dari 1000 orang. Belajar (tentang perubahan) itu dilakukan berkesinambungan dan kolaboratif karena sebuah perubahan perlu didukung banyak orang,” urai Adi Suryanto.

Selain itu, para peserta melakukan visitasi agenda pembelajaran bersama Direktur Utama Pelabuhan Indonesia II atau yang lebih dikenal dengan Pelindo, Bapak Arif Suhartono serta Direktur PT Reska Multi Usaha yakni anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bapak Dwiyana Slamet Riyadi.

”Salah satu output yang dihasilkan dari PKN Tk. II adalah Policy Brief yang berjudul ”Pengembangan pada Perguruan Tinggi Berbasis Kebutuhan Daerah” yang telah diseminarkan oleh peserta PKN Tk. II bersama dengan bapak Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi pada tanggal 9 November 2020,” jelas Ainun Na`im.

Pusdiklat Pegawai Kemendikbud melaksanaan Giat kampus 3 PKN Tk. II dengan menggunakan metode blended learning. Pelaksanaan Giat Kampus 3 di Pusdiklat Pegawai Kemendikbud menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sejumlah 14 peserta hadir dan 36 peserta mengkuti secara daring.

Berikut adalah nama-nama peserta PKN Tingkat II yang menjadi lima terbaik dengan predikat sangat memuaskan. 1). Kasiman dari Kemendikbud dengan judul proyek perubahan ”Komunitas Belajar Guru Penggerak untuk Pengembangan Profesional Guru yang Berkelanjutan”. 2). Sarjilah dari Kemendikbud dengan judul proyek perubahan ”Penerbitan Artikel Ilmiah Berbasis Seni dan Industri Kreatif “Jurnal Sendikraf” Di BBPPMPV Seni dan Budaya”.

3). Restu Gunawan dari Kemendikbud dengan judul proyek perubahan ”Peningkatan Pemanfaatan Cagar Budaya untuk Ketahanan Budaya dan Kesejahteraan Masyarakat”. 4). Tatang Muttaqin dari Kementerian PPN/BAPPENAS dengan judul proyek perubahan ”Penilaian Kinerja Pegawai Berbasis WFH dan WFO”. 5). Minhajul Ngabidin dari Kemendikbud dengan judul proyek perubahan ”Pengembangan Model Penjaminan Mutu Pendidikan Terpadu melalui Aplikasi Sistem Informasi Jaring Kerjasama Mutu Pendidikan (SIJAKA MUDIK)”.

Dalam penyampaian pesan dan kesannya, peserta bernama Nugraheni menuturkan, kegiatan ini adalah kesempatan emas baginya untuk bertemu dengan rekan sejawat, narasumber profesional, serta peluang membangun jejaring organisasi. Ditambah, dengan metode daring, menjadikan peserta pelatihan PKN tahun ini lebih maju dalam penerapan teknologi informasi.

”Pelatihan ini tidak ditutup, kecuali kami sendiri yang menutupnya karena kami semua punya kewajiban untuk melanutkan proyek perubahan untuk diselesaikan di jangka panjang agar berdampak pada stakeholder masing-masing,” ucap Nugraheni mewakili peserta PKN yang lain.

Di akhir sambutan, Mendikbud menyatakan rasa bangganya dapat melepas peserta PKN Tingkat II yang dinilainiya telah sukses mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. ”Merupakan kebanggaan bagi saya untuk dapat melepas peserta. Saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah sukses mengikuti seluruh rangkaian pelatihan,” pungkas Mendikbud.(red/tim).

Facebook Comments