Dugaan Korupsi 151 Milyar, Ketua LPD Anturan Ditahan

14
Ketua LPD Desa Anturan Nyoman Wirawan, ditahan oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng, Rabu (22/6) sore. Foto : Ist

SINGARAJA, The East Indonesia – Ketua LPD Desa Anturan Nyoman Wirawan, ditahan oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng, Rabu (22/6) sore. Nyoman Wirawan sempat melenggang selama kurang lebih tujuh bulan pasca ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng menitipkan Wirawan selama 20 hari di Rutan Polres Buleleng.

Sebelum dilakukan penahanan, tersangka Wirawan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Pemeriksaan dilakukan mulai dari pukul 10.30 wita, hingga 16.00 wita. Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka kemudian diminta untuk menandatangani surat perintah penahanan. Namun tersangka tiba-tiba sakit perut, hingga harus bolak-balik ke toilet.

Hal ini membuat penyidik terpaksa mengulur waktu penahanan selama beberapa jam. Tersangka Wirawan kemudian dapat dibawa ke Rutan Polres Buleleng sekitar pukul 17.43 Wita, menggunakan mobil tahanan Kejari Buleleng. Tersangka dibawa ke rutan dengan mengenakan rompi oranye serta tangan diborgol.

Baca juga :  Pemprov Bali Perketat Produk Hukum yang Merugikan Masyarakat

Kuasa hukum tersangka, Wayan Sumardika mengklaim jika kliennya tidak melakukan tindak pidana korupsi, sehingga tidak sepatutnya dilakukan penahanan. Ia pun mengaku akan melakukan upaya hukum, termasuk mengadu kepada Presiden. Pasalnya, Sumardika menilai upaya penahanan terlalu dipaksakan.

Sumardika pun mempertanyakan hasil perhitungan keuangan negara dari Inspektorat Buleleng, yang kini digunakan sebagai acuan oleh penyidik. “Pemerintah hanya punya modal awal Rp 4.5 juta. Itu masih ditabungkan. Kemudian disebut ada kerugian negara Rp 151 Miliar. Dari mana itu Rp 151 miliar. Jadi ini bukan pidana korupsi. Tidak ada kerugian negara yang ditimbulkan. Saya akan lakukan upaya hukum. Bila perlu mengadu ke Presiden karena ada kesalahan penerapan hukum,” jelasnya.

Baca juga :  Diduga Terlibat Human Traficking, Petrus Bala Patyona Minta Polisi Periksa Bupati Flores Timur

Sementara Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara mengatakan, penyidik memutuskan menahan tersangka Wirawan karena dikhawatirkan melarikan diri, serta menghilangkan barang bukti. Wirawan akan dititipkan di Rutan Polres Buleleng selama 20 hari kedepan, terhitung hingga 11 Juli 2022.

Hingga saat ini, Jayalantara menyebut kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus dugaan korupsi ini mencapai Rp 151 Miliar, sesuai dengan perhitungan Inspektorat Buleleng. “Selama ini Inspektorat memiliki kewenangan menghitung uang kerugian negara. Dari mana dapat Rp 151 Miliar, itu tidak bisa kami beberkan, karena bahan penyidikan. Kalau kuasa hukumnya menilai tidak ada kerugian negara dan ini bukan kasus korupsi, ya sah-sah saja. Nanti kami buktikan di persidangan. Persidangan terbuka untuk umum,” ucap Jayalantara

Baca juga :  Anak Bupati Malaka Aniaya Warga Pasca Penerimaan SK 80 Persen PNS Di Pantai Loodik

Seperti diketahui, Ketua LPD Anturan, Nyoman Wirawan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejari Buleleng sejak November 2021 lalu. Atas perbuatannya itu, Wirawan pun disangkakan dengan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8 dan Pasal 9 UU Nomor 13 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis|Wismaya

Facebook Comments