Kemendikbudristek Berikan Beasiswa Indonesia Maju Afirmasi Angkatan 1

10
Peserta Beasiswa Indonesia Maju Afirmasi Angkatan 1. Foto : Ist

JAKARTA, The East Indonesia – Upaya Pemerintah Indonesia menyemai bibit generasi masa depan Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045 terus diperkuat. Salah satu upaya tersebut direalisasikan melalui penganugerahan Beasiswa Indonesia Maju Afirmasi Angkatan 1 kepada 39 pelajar terbaik yang dilakukan di Kantor Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bahasa, Jakarta, (22/6).

“Penyelenggaraan Beasiswa Indonesia Maju (BIM) secara umum bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan Pendidikan Sarjana di luar negeri melalui program-program penguatan akademik dan non akademik serta konseling perguruan tinggi,” ungkap Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti dalam sambutan acara penganugerahan di hadapan pelajar yang memperoleh BIM tersebut.

Suharti menambahkan, penerima Program BIM selepas menempuh masa studi dapat direkrut untuk memenuhi Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul tahun 2045 dan diharapkan dapat berkontribusi bekerja di dalam negeri.

Baca juga :  Kemendikbudristek Gelar Pembekalan Pendampingan SMK PK oleh Perguruan Tinggi

“Apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada kalian semua yang sudah bersemangat meniti karir belajar kalian,” tekan Suharti.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan turut hadir memberikan pesan semangat dan motivasi kepada penerima anugerah Beasiswa Indonesia Maju Afirmasi Angkatan 1. Ia mengatakan bahwa BIM tidak hanya menuntut kecerdasan saja tetapi juga karakter yang kuat dari mulai sikap bijak, berani, mandiri, dan tanggung jawab, serta yang tidak kalah penting adalah sikap peduli pada kemanusiaan.

“Pada tahun 2030, diprediksi ekonomi Indonesia akan berkembang pesat, sehingga melalui kalian semua didapuk untuk menjadi bagian dalam pembangunan ekonomi bangsa kita,” ujar Menko Luhut.

“Selamat berjuang, selamat belajar, dan semoga dapat menjadi anak-anak yang hebat supaya dapat memberikan perubahan untuk Indonesia,” pesan Luhut.

Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek, Asep Sukmayadi menyampaikan bahwa BIM merupakan bagian dari manajemen talenta nasional untuk menyiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing. BIM merupakan program terintegrasi yang terdiri dari program beasiswa bergelar (degree) dan non gelar (non degree).

Baca juga :  Danyonif 122/TS Lepas 51 Prajurit Tamtama Ikuti Pendidikan Secaba

“Program ini juga sebagai bentuk penghargaan dan upaya jaminan karir belajar bagi peserta didik berprestasi pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus,” jelas Asep.

Kandidat penerima BIM Afirmasi dipilih dari putra – putri terbaik asal daerah taman sains yang melalui proses pemilihan yang ketat. Kandidat BIM Afirmasi 1 adalah 39 siswa terbaik dari 185 siswa. Tahapan seleksi mengukur keunggulan potensi akademik, pola pikir strategis, kekuatan rencana studi, dan kekuatan pengabdian melalui tes tertulis, Diskusi Kelompok Terpumpun, dan wawancara.

Para peserta BIM Afirmasi yang sedang menyelesaikan program pembinaan dari bulan Januari-Juni 2022 ini di P4TK Bahasa telah resmi memperoleh Letter of Acceptance (LoA) di berbagai Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD) di Singapura, Taiwan, China, Kanada, dan Amerika Serikat, sebagai berikut :
1. Nanyang Technological University (NTU) sebanyak 1 peserta didik
2. National Taiwan University (NTU) sebanyak 5 peserta didik
3. University of British Columbia (UBC) sebanyak 13 peserta didik
4. University of Illinois at Urbana-Champaign (UIUC) sebanyak 2 peserta didik
5. University of Toronto (U of T) sebanyak 8 peserta didik
6. Zhejiang University sebanyak 2 peserta didik

Baca juga :  Ingin Dekat Dengan TNI, Anak Paud Mutiara Bunda Kunjungi Koramil Bandongan

Sedangkan untuk 8 peserta didik lainnya: 2 peserta didik mendapatkan LoA Perguruan Tinggi Dalam Negeri, 5 peserta didik menerima beasiswa dari pemerintah Tiongkok untuk melanjutkan pendidikan di Southwest Petroleum University, dan 1 peserta didik menerima beasiswa dari pemerintah Prancis untuk melanjutkan studi di Paris Saclay.**

Sumber|Humas|Editor|Chris

Facebook Comments