Diduga Korupsi DD Di Malaka, Penyidik Kejari Belu Tetapkan Mantan Kades Manumutin Silole Dan Alala Sebagai Tersangka

44
Mantan Kades Manumutin Silole (kiri, rompi merah) dan mantan Kades Alala (kanan, rompi merah). Foto : Ist

ATAMBUA, The East Indonesia – Penyidik Kejaksaan Negeri Belu (Kejari) Belu telah resmi menetapkan dua Kepala Desa di Kabupaten Malaka yang diduga melakukan penyelewengan Dana Desa (DD) di masing-masing Desanya yaitu Desa Manumutin Silole, Kecamatan Sasitamean dan Desa Alala, Kecamatan Rinhat.

Penetapan kedua tersangka dengan masing-masing kasusnya ini dilakukan dalam hari yang bersamaan, Selasa (28/06/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri Belu, Samiaji Zakaria, SH.,MH melalui Kepala seksi Tindak Pidana Khusus, Michael A.F Tambunan, SH saat dikonfirmasi awak media The East Indonesia melalui telepon seluler, Selasa (28/06/2022) membenarkan akan hal tersebut.

Michael Tambunan menjelaskan bahwa Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Belu menetapkan mantan Kepala Desa Manumutin Silole berinisial YKB (56 th) sebagai tersangka untuk perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan keuangan desa Manumutin silole Tahun Anggaran 2018.

Baca juga :  Napi Pembunuh Wartawan di Bali Minta Remisi

Dalam kasus tersebut, Mantan Kades Manumutin Silole ini disangkakan dengan pasal 2 ayat (1) subsidiair pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Kasi Pidsus Kejari Belu ini juga menerangkan bahwa YKB ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menggunakan uang kegiatan pengadaan wahana PAUD, pengadaan mesin jagung, penyediaan air bersih, pembibitan tanaman pangan dan perkebunan, serta penyertaan modal BUMDES untuk kepentingan pribadi nya dengan jumlah Rp 174.120.000.

Sementara itu, Michael Tambunan juga menyampaikan bahwa pada hari yang sama ini, (28/06), penyidik Kejari Belu menetapkan mantan Kepala Desa Alala, berinisial JTN (45 th) sebagai tersangka untuk perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan keuangan desa Alala tahun anggaran 2018.

Baca juga :  Berkas Lengkap, Kasus Jerinx Dilimpahkan ke Kejaksaan

Mantan Kepala Desa Alala, Kecamatan Rinhat ini juga disangkakan dengan pasal yang sama yaitu pasal 2 ayat (1) subsidiair pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Kasi Pidsus Kejari Belu, Michael Tambunan menerangkan bahwa JTN ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah menggunakan uang untuk kegiatan pembangunan jalan sirtu, pembangunan jalan rabat beton, pembangunan gedung paud, serta penyertaan modal BUMDES untuk kepentingan pribadi nya dengan jumlah Rp 154.741.197, 22. (Ronny)

Facebook Comments

About Post Author