Resmi Dibuka, Festival Desa Selat Diharapkan Mampu Rangsang Generasi Muda Lestarikan Seni dan Budaya

30
FESTIVAL - Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng,  I Nyoman Wisandika saat membuka secara resmi Festival Desa Selat yang mengusung tema "Cilpa Jiwa Pramaning Wana Amerta" (Jiwa Seni Sebagai Nafas Kehidupan) di Gedung Serba Guna Desa Selat Kecamatan Sukasada. Foto : Ist

SINGARAJA, The East Indonesia – Melalui kegiatan festival seni dan budaya, diharapkan mampu menggali potensi serta membangkitkan semangat berkesenian dan berbudaya bagi generasi muda di Desa Selat. Hal ini diungkapkan Bupati Buleleng melalui sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng,  I Nyoman Wisandika saat membuka secara resmi Festival Desa Selat yang mengusung tema “Cilpa Jiwa Pramaning Wana Amerta” (Jiwa Seni Sebagai Nafas Kehidupan) di Gedung Serba Guna Desa Selat Kecamatan Sukasada.

Kadis Wisandika menyampaikan menyambut baik dan sangat mendukung terselenggaranya Festival Desa Selat ini, karena dapat memberikan wadah/ruang kepada para seniman untuk mengembangkan kreativitasnya.

Untuk itu, pihaknya juga sangat berterimakasih bahwa kreativitas dalam melestarikan kebudayaan sangatlah penting dilakukan agar mampu menjaga warisan luhur terdahulu sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya yang dimiliki.

Baca juga :  GWK Jadi Destinasi Baru Pariwisata Bali

Diharapkan dengan adanya festival ini dapat memupuk, memotivasi dan mendorong masyarakat terutama generasi muda dengan kesadarannya untuk ikut merawat dan melestarikan serta menumbuhkembangkan warisan sejarah budaya leluhur di masa lalu. “Sebagai generasi muda harus paham dan mengerti akan pentingnya pelestarian seni budaya dan sejarah kita,” tegasnya

Sementara itu, saat dikonfirmasi di sela kegiatan, Putu Mare selaku kepala Desa Selat menyampaikan festival ini merupakan festival yang pertama kalinya diadakan di Desa Selat yang akan diadakan selama dua hari. Dengan semangat kegotong royongan antar stake holder  kegiatan ini mampu terselenggara. Seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Sukasada juga ikut ambil bagian dalam menyukseskan festival ini.

Baca juga :  Malang Gelar Flower Carnival pada 10 September 2017

Dalam festival ini,   Desa Selat menampilkan  semua produk unggulan, mulai dari kopi, buah-buahan, aneka camilan dan produk kerajinan tangan dari masyarakat.

Pihaknya berharap dan berkeyakinan ke depan akan kembali mengadakan festival seperti ini, setidaknya dua tahun sekali. Semua ini bertujuan untuk kembali menggairahkan generasi muda Desa Selat untuk bisa berkreativitas ke arah yang positif serta selalu melestarikan kebudayaan Desa Selat.

Di sisi lain, Putu Ardik selaku ketua panitia dari Festival Desa Selat menyampaikan,  selain mempertunjukkan kesenian dan pameran produk unggulan, pada festival ini juga akan dilakukan berbagai macam lomba yaitu lomba ngejuk kucit, ngejuk dolong, tarik tambang dan gerak jalan kocak. Lebih menarik lagi , festival ini menampilkan  acara hiburan  seperti pawai obor, gong mebarung, musik akustik, zumba dan pencak silat yang akan diikuti oleh seluruh masyarakat Desa Selat.

Baca juga :  Igo Kleden Pimpin PENA NTT Bali

Penulis|Wismaya

Facebook Comments

About Post Author