Home Wisata Budaya Buleleng Tampil Beda, “Medawang-Dawang” Curi Perhatian Pengunjung PKB XLVIII 2026

Buleleng Tampil Beda, “Medawang-Dawang” Curi Perhatian Pengunjung PKB XLVIII 2026

5
FOTO : Duta Buleleng.

DENPASAR, The East Indonesia – Di tengah beragam sajian seni tradisi yang ditampilkan dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Duta Kabupaten Buleleng hadir dengan warna yang berbeda. Melalui Komunitas Seni Rare Kual, Buleleng menampilkan garapan Ngelawang yang menghadirkan kekhasan tradisi lokal Medawang-Dawang sebagai daya tarik utama bertempat di Gedung Kriya, Denpasar, Jumat (19/6).

Berbeda dengan tradisi ngelawang yang selama ini identik dengan Barong Bangkung maupun Barong Landung, penampilan Duta Kabupaten Buleleng ini menghadirkan kekhasan tersendiri melalui penggunaan Medawang-Dawang yang menjadi identitas budaya lokal di wilayah Buleleng. Duta Kabupaten Buleleng menghadirkan Medawang-Dawang sebagai elemen pendukung dalam garapan “Wewaler”.

Kehadiran Medawang-Dawang memperkuat identitas budaya Buleleng sekaligus menjadi simbol yang mendukung penyampaian pesan-pesan wewaler atau nasihat kehidupan yang diangkat dalam pertunjukan. Hal ini menjadi pembeda sekaligus memperkaya ragam ekspresi seni pertunjukan dalam ajang PKB tahun ini.

Konseptor sekaligus pembina Komunitas Seni Rare Kual, Ngurah Indra Wijaya, mengatakan bahwa kehadiran garapan ini menjadi upaya untuk menampilkan kekhasan tradisi Buleleng dalam ruang yang lebih luas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Buleleng memiliki bentuk ngelawang yang berbeda dan memiliki karakter tersendiri dalam tradisi pertunjukan rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, pemilihan Medawang-Dawang dalam garapan “Wewaler” berangkat dari keinginan untuk mengangkat salah satu tradisi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Buleleng. Tradisi tersebut kemudian dihadirkan dalam sebuah pertunjukan yang mampu menjembatani nilai-nilai budaya lokal dengan ruang apresiasi seni yang lebih luas.

Melalui penampilan ini, Duta Kabupaten Buleleng menghadirkan sebuah sajian seni yang berakar kuat pada tradisi lokal. Kehadiran Medawang-Dawang dalam garapan “Wewaler” menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya khas Buleleng kepada masyarakat luas. Di saat yang sama, pertunjukan ini menunjukkan bahwa warisan leluhur tetap relevan dan mampu hadir dalam kemasan kreatif yang dekat dengan generasi masa kini tanpa kehilangan makna yang diwariskan turun-temurun.(Wis)