ATAMBUA, The East Indonesia – Pengurus Kabupaten Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Belu resmi menggelar turnamen catur bergengsi bertajuk Belu Open 2026.
Ajang yang mempertemukan para pencatur di wilayah perbatasan ini resmi dibuka pada Jumat, 23 Oktober 2026, dan akan berlangsung hingga Minggu, 25 Oktober 2026.
Bertempat di SDI Tanah Merah 1 Atambua, turnamen ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Belu, Aloysius Michael Fahik, S.STP, dengan didampingi langsung oleh Ketua Percasi Belu, Aprianus Hale, Jumat sore, 23 Oktober 2026.
Kompetisi ini ada empat kategori perlombaan sekaligus dengan jumlah peserta yang daftar sebagai berikut:
• Kategori Sekolah Dasar (SD) ada 47 peserta
• Kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada 43 peserta
• Kategori Sekolah Menengah Atas (SMA) ada 32 peserta
• Kategori Dewasa (Umum) ada 47 peserta
Karenanya jumlah seluruh peserta yang mendaftar ada 169 orang dan untuk menentukan pemenang, panitia menerapkan Sistem Swiss (Swiss System) di masing-masing kategori.
Sistem ini memastikan seluruh peserta dapat bertanding dalam beberapa babak tanpa langsung gugur.
Turnamen Catur ini juga memperebutkan total hadiah sebesar Rp10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Belu, Aprianus Hale, dalam sambutan pembukaan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Turnamen Catur Belu Open 2026.
“Saya berterima kasih kepada semua panitia dan guru-guru sehingga kegiatan turnamen catur Belu Open 2026 hari ini boleh berjalan,” ujar pria yang akrab disapa Apri Hale.
Dalam kesempatan itu, Apri Hale membeberkan terkait perkembangan sumber daya manusia di tubuh Percasi Belu yang mana saat ini, Percasi Belu telah memiliki tiga orang wasit dan satu orang pelatih yang mengantongi sertifikat nasional.
“Dengan adanya wasit dan pelatih bersertifikat Nasional, maka kita bisa memenuhi syarat untuk membuka Sekolah Catur di Kabupaten Belu ini,” jelas pria yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Belu periode kedua.
Apri Hale juga mengungkapkan bahwa saat ini sudah terbentuk beberapa klub catur di Kabupaten Belu.
Oleh karena itu, Ketua Percasi Belu mendorong peran aktif dari lingkungan keluarga dan sekolah untuk menyalurkan bakat anak-anak.
“Saya berterima kasih sekali kepada para guru dan orang tua yang terus membimbing serta mendampingi para pecatur. Kami ingin orang tua maupun guru-guru di sekolah untuk memasukkan anak-anak ke salah satu klub catur agar bisa dibina secara lebih baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Apri Hale menegaskan bahwa pembinaan ini memiliki target jangka panjang yang besar untuk mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
“Dengan kejuaraan-kejuaraan berjenjang dan pelatihan yang rutin kita laksanakan, kita harapkan agar pada gelaran PON tahun 2028 mendatang, Kabupaten Belu bisa menyumbangkan pecatur untuk mewakili NTT,” tegasnya optimis.
Ketua Percasi Belu ini secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belu melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) yang telah memberikan dana hibah melalui KONI Belu.
Diungkapkan pada tahun anggaran 2026 ini, Percasi Belu mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp.20 juta yang dialokasikan untuk segala keperluan operasional dan program kerja Percasi Belu.
Apri Hale juga sangat berharap kepada Pemda Belu melalui Kadis Pendidikan , Kepemudaan dan Olahraga agar turnamen serupa bisa menjadi agenda rutin tahunan.
Dirinya berharap kompetisi catur tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten hari ini saja, melainkan bisa digelar pada momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) maupun menjelang HUT Kemerdekaan RI, dengan melibatkan utusan siswa-siswi dari seluruh sekolah SD dan SMP di Kabupaten Belu.
Saat membuka secara resmi kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Belu, Aloysius Michael Fahik, S.STP terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Belu yang berhalangan hadir secara langsung karena sedang dalam perjalanan kembali menuju Atambua.
“Pada tempat yang pertama, saya menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Bupati karena beliau tidak bisa hadir langsung akibat baru dalam perjalanan pulang ke Atambua. Oleh karena itu, kami diperintahkan untuk hadir di sini guna memberikan satu-dua pesan kepada seluruh peserta yang akan bertanding hari ini,” ujar Alo Fahik.
Sebagai kepala dinas yang membawahi bidang olahraga, Aloysius memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pengurus Percasi Belu serta seluruh jajaran panitia atas kerja keras mereka dalam menggagas dan mewujudkan turnamen ini.
Dirinya menilai, olahraga catur merupakan sarana yang sangat baik untuk membentuk karakter generasi muda dimana catur mengajarkan seseorang untuk berpikir taktis dan berani mengambil keputusan dengan matang.
“Saya sendiri bukan pemain catur. Namun, yang saya lihat dari gaya permainan catur adalah setiap langkah demi langkah yang diputuskan itu memiliki konsekuensi, dan para pemain sudah memperhitungkan hal tersebut. Jika turnamen seperti ini dilakukan secara terus-menerus dan peminatnya makin banyak, kami yakin 5 atau 10 tahun yang akan datang kita akan menemukan generasi muda Belu yang tenang, cerdas, dan taktis dalam mengambil keputusan,” jelasnya.
Melihat potensi besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Belu berencana untuk memperluas jangkauan turnamen serupa ke tingkat sekolah pada tahun mendatang.
Alo Fahik membeberkan bahwa ajang catur akan menjadi salah satu agenda utama dalam perayaan Hari Pendidikan Nasional pada tahun 2027.
“Pada perayaan 2 Mei di tahun 2027 nanti, salah satu perlombaan yang akan kita hadirkan adalah turnamen catur ini. Tentu saja, basis pesertanya adalah para anak didik, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Belu menitipkan pesan mendalam kepada seluruh atlet yang akan berlaga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Belu, kami mengucapkan selamat bertanding. Pesan saya kepada anak-anak dan teman-teman semua yang akan berlaga, tolong junjung tinggi sportivitas. Bagi yang menang, jangan cepat berpuas diri dengan hasil yang ada. Bagi yang belum meraih prestasi terbaik, jangan patah semangat dan teruslah berlatih. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Jika kita berjuang dan berusaha terus-menerus, maka keberhasilan itu pasti akan datang kepada kita,” pungkas Alo Fahik. (Ronny)


