ATAMBUA, The East Indonesia – Aksi kemanusiaan nyata ditunjukkan oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–RDTL Sektor Timur dari kesatuan Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad.
Pasukan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad ini mulai membangun Rumah Layak Huni (RLH) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran di Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.
Pembangunan ini menyasar rumah milik tiga perempuan tangguh yang menjadi korban kebakaran hebat pada Rabu malam (11/03/2026).
Ketiganya adalah Ibu Theodora Ili (89), seorang janda lansia; Ibu Segelinda Lika (50); serta Ibu Linda Habuk (45), seorang penyandang disabilitas.
Kehilangan seluruh harta benda dalam sekejap membuat para ibu yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini sempat terpukul dalam duka mendalam.
Pasca perayaan Lebaran, tepatnya pada Senin (23/03/2026), prajurit TNI mulai terjun ke lokasi untuk memulai proses konstruksi.
Berdasarkan pantauan awak media ini di lapangan pada Selasa (24/03/2026), pembangunan hunian berukuran 6×5 meter tersebut menunjukkan progres yang signifikan.
Tampak para prajurit Yonarmed 12 Kostrad sibuk bahu-membahu mengerjakan bangunan tersebut.
Seluruh besi penyangga telah terpasang sempurna, sementara dinding batako di sisi kiri dan kanan telah berdiri kokoh setinggi lutut.
Langkah cepat ini diambil agar para korban dapat segera memiliki tempat bernaung yang layak dan aman.
Kehadiran Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad di tengah kesulitan warga Fatubenao ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Tak sekadar menjaga kedaulatan negara di garis batas Indonesia-Timor Leste, pengabdian ini menjadi bukti komitmen TNI untuk selalu hadir memberikan solusi bagi masyarakat yang tertimpa musibah.(Rony)


