Home Nasional Agnetta Kaligis Siswi SMAN 1 Atambua dari Perbatasan RI-Timor Leste Sukses Jadi...

Agnetta Kaligis Siswi SMAN 1 Atambua dari Perbatasan RI-Timor Leste Sukses Jadi Pembawa Baki Paskibraka NTT

1

KUPANG, The East Indonesia – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses menjalankan tugas mulia mengibarkan bendera Merah Putih.

Prosesi ini berlangsung dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin, 17 Agustus 2026.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dengan mengenakan pakaian adat Manggarai langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi NTT tersebut.

Momen khidmat ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Belu yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Agnetta Michjica Bunda Kaligis, siswi berbakat asal SMAN 1 Atambua, Kabupaten Belu, dipercaya memegang peran penting sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih dalam upacara pengibaran tersebut.

Agnetta merupakan satu dari 43 anggota Paskibraka Provinsi NTT yang berhasil terpilih setelah melewati rangkaian seleksi yang sangat ketat.

Agnetta Michjica Bunda Kaligis adalah seorang putri kelahiran 7 Agustus 2010. Ia merupakan anak dari pasangan Bapak Benny Kaligis, S.Sos dan Ibu Martina Kolo Hale, S.Sos, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Belu.

Agnetta Michjica Bunda Kaligis merasa sangat bangga, terharu, dan bahagia karena dapat mengharumkan nama sekolah SMAN 1 Atambua serta Kabupaten Belu di daerah melalui amanah besar yang dipercayakan kepadanya.

“Saya merasa sangat bangga, terharu, dan bahagia karena bisa mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Belu di perbatasan RI-Timor Leste melalui amanah besar ini,” singkat Agnetta.

Keberhasilan Agnetta tidak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah SMAN 1 Atambua serta kedua orang tuanya.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril yang luar biasa, orang tua Agnetta turut hadir langsung di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Untuk diketahui bahwa Kabupaten Belu juga patut berbangga karena selain Agnetta, terdapat tiga siswa-siswi lain dari SMAN 1 Atambua yang juga terpilih menjadi anggota Paskibraka tingkat Provinsi NTT tahun ini.

Mereka adalah: Yohanes Djuanito NahakAgnetta Kaligis Siswi SMAN 1 Atambua dari Perbatasan RI-Timor Leste Sukses Jadi Pembawa Baki Paskibraka NTT

KUPANG, The East Indonesia – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses menjalankan tugas mulia mengibarkan bendera Merah Putih.

Prosesi ini berlangsung dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin, 17 Agustus 2026.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dengan mengenakan pakaian adat Manggarai langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi NTT tersebut.

Momen khidmat ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Belu yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Agnetta Michjica Bunda Kaligis, siswi berbakat asal SMAN 1 Atambua, Kabupaten Belu, dipercaya memegang peran penting sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih dalam upacara pengibaran tersebut.

Agnetta merupakan satu dari 43 anggota Paskibraka Provinsi NTT yang berhasil terpilih setelah melewati rangkaian seleksi yang sangat ketat.

Agnetta Michjica Bunda Kaligis adalah seorang putri kelahiran 7 Agustus 2010. Ia merupakan anak dari pasangan Bapak Benny Kaligis, S.Sos dan Ibu Martina Kolo Hale, S.Sos, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Belu.

Agnetta Michjica Bunda Kaligis merasa sangat bangga, terharu, dan bahagia karena dapat mengharumkan nama sekolah SMAN 1 Atambua serta Kabupaten Belu di daerah melalui amanah besar yang dipercayakan kepadanya.

“Saya merasa sangat bangga, terharu, dan bahagia karena bisa mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Belu di perbatasan RI-Timor Leste melalui amanah besar ini,” singkat Agnetta.

Keberhasilan Agnetta tidak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah SMAN 1 Atambua serta kedua orang tuanya.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril yang luar biasa, orang tua Agnetta turut hadir langsung di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Untuk diketahui bahwa Kabupaten Belu juga patut berbangga karena selain Agnetta, terdapat tiga siswa-siswi lain dari SMAN 1 Atambua yang juga terpilih menjadi anggota Paskibraka tingkat Provinsi NTT tahun ini.

Mereka adalah: Yohanes Djuanito Nahak Seran; Alexandro Mzahri Irketong; dan Clara Melani Carolin Barends.

Pada upacara penurunan bendera sore harinya, Yohanes Djuanito Nahak Seran dan Alexandro Mzahri Irketong dipercaya menjadi tim penurun bendera, berkolaborasi dengan Irenius Efridus Pahu dari SMA Kristen Sabu Raijua.

Sukses mengukir prestasi di tingkat provinsi, para pelajar Kabupaten Belu membuktikan bahwa anak-anak dari Agnetta Kaligis Siswi SMAN 1 Atambua dari Perbatasan RI-Timor Leste Sukses Jadi Pembawa Baki Paskibraka NTT

KUPANG, The East Indonesia – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses menjalankan tugas mulia mengibarkan bendera Merah Putih.

Prosesi ini berlangsung dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin, 17 Agustus 2026.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dengan mengenakan pakaian adat Manggarai langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi NTT tersebut.

Momen khidmat ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Belu yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Agnetta Michjica Bunda Kaligis, siswi berbakat asal SMAN 1 Atambua, Kabupaten Belu, dipercaya memegang peran penting sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih dalam upacara pengibaran tersebut.

Agnetta merupakan satu dari 43 anggota Paskibraka Provinsi NTT yang berhasil terpilih setelah melewati rangkaian seleksi yang sangat ketat.

Agnetta Michjica Bunda Kaligis adalah seorang putri kelahiran 7 Agustus 2010. Ia merupakan anak dari pasangan Bapak Benny Kaligis, S.Sos dan Ibu Martina Kolo Hale, S.Sos, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Belu.

Agnetta Michjica Bunda Kaligis merasa sangat bangga, terharu, dan bahagia karena dapat mengharumkan nama sekolah SMAN 1 Atambua serta Kabupaten Belu di daerah melalui amanah besar yang dipercayakan kepadanya.

“Saya merasa sangat bangga, terharu, dan bahagia karena bisa mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Belu di perbatasan RI-Timor Leste melalui amanah besar ini,” singkat Agnetta.

Keberhasilan Agnetta tidak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah SMAN 1 Atambua serta kedua orang tuanya.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril yang luar biasa, orang tua Agnetta turut hadir langsung di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Untuk diketahui bahwa Kabupaten Belu juga patut berbangga karena selain Agnetta, terdapat tiga siswa-siswi lain dari SMAN 1 Atambua yang juga terpilih menjadi anggota Paskibraka tingkat Provinsi NTT tahun ini.

Mereka adalah: Yohanes Djuanito Nahak Seran; Alexandro Mzahri Irketong; dan Clara Melani Carolin Barends.

Pada upacara penurunan bendera sore harinya, Yohanes Djuanito Nahak Seran dan Alexandro Mzahri Irketong dipercaya menjadi tim penurun bendera, berkolaborasi dengan Irenius Efridus Pahu dari SMA Kristen Sabu Raijua.

Sukses mengukir prestasi di tingkat provinsi, para pelajar Kabupaten Belu membuktikan bahwa anak-anak dari perbatasan negara mampu bersaing dan bersinar di tingkat atas. (Ronny) negara mampu bersaing dan bersinar di tingkat atas. (Ronny) Seran; Alexandro Mzahri Irketong; dan Clara Melani Carolin Barends.

Pada upacara penurunan bendera sore harinya, Yohanes Djuanito Nahak Seran dan Alexandro Mzahri Irketong dipercaya menjadi tim penurun bendera, berkolaborasi dengan Irenius Efridus Pahu dari SMA Kristen Sabu Raijua.

Sukses mengukir prestasi di tingkat provinsi, para pelajar Kabupaten Belu membuktikan bahwa anak-anak dari perbatasan negara mampu bersaing dan bersinar di tingkat atas. (Ronny)