Saturday, October 24, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Wagub Nyoman Giri Prasta Ajak Semua Pihak Jaga Kelestarian Mangrove, Tekankan Pentingnya Perawatan Berkelanjutan

DENPASAR,The East Indonesia – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove melalui penanaman dan perawatan secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan penanaman mangrove jenis Avicennia marina bersama Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (23/10).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut turut dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar, Kombes Pol. Leo Dedy Defretes, serta melibatkan siswa pencinta alam SMA Negeri 1 Kuta dan Sahabat Mangrove Ranger Indonesia.

Penanaman Mangrove Harus Diikuti Perawatan dan Pemantauan Pertumbuhan

Wagub Giri Prasta menegaskan bahwa upaya pelestarian mangrove tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan penanaman. Diperlukan komitmen bersama untuk memastikan mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Menurutnya, mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat penting, mulai dari melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi, menjadi habitat berbagai biota, hingga menyerap dan menyimpan karbon yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim.

Oleh karena itu, pelestarian mangrove harus dilaksanakan secara konsisten, terencana, dan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, komunitas lingkungan, serta berbagai pemangku kepentingan.

Pemprov Bali Terus Dorong Pemulihan Kawasan Mangrove yang Mengalami Kerusakan

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, pada tahun 2018 tercatat kerusakan kawasan mangrove seluas lebih dari 18 hektare.

Melalui berbagai upaya penanganan dan pemulihan yang dilakukan secara bertahap, sebagian besar kawasan yang mengalami kerusakan telah ditangani. Saat ini, masih terdapat sekitar 3 hektare kawasan yang dalam proses penataan dan pemulihan.

Ia menjelaskan bahwa upaya pemulihan pada sejumlah lokasi menghadapi tantangan akibat kondisi ekosistem yang belum sepenuhnya mendukung pertumbuhan mangrove secara optimal.

Karena itu, diperlukan pendekatan yang tepat, termasuk pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan karakteristik lingkungan, guna mendukung keberhasilan rehabilitasi kawasan mangrove.

Pelestarian Mangrove Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Wagub Giri Prasta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini telah berkontribusi dalam menjaga dan memulihkan kawasan mangrove di Bali.

“Astungkara, kawasan mangrove yang pernah rusak sudah ditangani oleh kita semua,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi membutuhkan kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Semua masalah tidak bisa diselesaikan sendiri, tetapi bisa diselesaikan dengan solusi bersama. Kami yakin dan percaya pemulihan ini segera bisa ditangani bersama. Mari kita merawat pertiwi, satu mangrove satu juta manfaat,” ujar Wagub Giri Prasta.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan fungsi ekologis mangrove sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Lebih lanjut, Wagub Giri Prasta menegaskan bahwa pelestarian kawasan mangrove sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan kelestarian alam sebagai salah satu landasan pembangunan Bali.

Secara khusus, upaya tersebut merupakan implementasi nilai Wana Kerthi, yakni pemuliaan dan penyucian hutan, serta Segara Kerthi, yakni pemuliaan dan penyucian laut.

Menurutnya, kedua nilai tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam, khususnya melalui perlindungan kawasan hutan dan ekosistem pesisir.

Melalui pelestarian mangrove, Pemerintah Provinsi Bali berupaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan pesisir secara berkelanjutan.

Wagub Giri Prasta Berikan Bantuan Rp20 Juta kepada IWO Bali

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove, Wagub Giri Prasta memberikan bantuan dana sebesar Rp20 juta kepada IWO Provinsi Bali.

Pada kesempatan yang sama, Wagub turut menyaksikan penandatanganan komitmen bersama antara UPTD Tahura Ngurah Rai dan IWO Provinsi Bali dalam menjaga kelestarian mangrove dan kawasan pesisir Bali.

Komitmen tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pengelola kawasan konservasi dan insan pers dalam mendukung pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

IWO Bali Tegaskan Komitmen Insan Pers dalam Pelestarian Lingkungan

Sementara itu, Ketua IWO Provinsi Bali, Widiyanti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wagub Giri Prasta atas dukungan terhadap kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Ia menegaskan bahwa insan pers tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat berkontribusi secara nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, keterlibatan IWO Bali dalam kegiatan penanaman mangrove merupakan wujud kepedulian insan pers terhadap keberlanjutan ekosistem Bali.

“Kami berkomitmen sebagai jurnalis untuk tidak hanya membuat berita, tetapi juga turut menjaga ekosistem Bali melalui kegiatan penanaman mangrove ini,” ujarnya.

Widiyanti berharap mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian kawasan pesisir.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kepedulian generasi muda untuk terlibat secara aktif dalam menjaga serta melestarikan lingkungan hidup.

Momentum Hari Sumpah Pemuda untuk Memperkuat Kepedulian Lingkungan

Kegiatan penanaman mangrove yang melibatkan insan pers, pelajar, komunitas lingkungan, dan pemerintah ini sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian alam Bali.

Melalui kolaborasi tersebut, semangat persatuan yang terkandung dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda diharapkan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata untuk melindungi lingkungan dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang.***

Popular Articles