Binaan LSP, SMAN 1 Kintamani Jadi Sekolah Mercusuar

Lighthouse School Program (LSP). Program yang memiliki visi untuk mewujudkan sekolah binaannya menjadi sekolah role model bagi sekolah-sekolah yang ada di sekitarnya. Adalah SMAN 1 Kintamani di Kabupaten Bangli, Foto : Djk.

BANGLI, The East Indonesia – Lighthouse School Program (LSP) memiliki visi untuk mewujudkan sekolah binaannya menjadi sekolah role model bagi sekolah-sekolah yang ada di sekitarnya. Adalah SMAN 1 Kintamani di Kabupaten Bangli, salah satu sekolah binaan yang membuktikan mampu melewati proses dan tempaan untuk menjadi sekolah mercusuar.

Memasuki akhir program tahun kedua setelah sukses melaksanakan LSP, SMAN 1 Kintamani siap menjadi sekolah mercusuar. LSP adalah sebuah inisiatif dan terobosan program untuk memajukan pendidikan di Indonesia yang diselenggarakan oleh Putera Sampoerna Foundation – School Development Outreach (PSF-SDO) bersama Grup Usaha Tegas Malaysia.

“PSF-SDO sebagai perancang dan pelaksana program memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas kinerja dan komitmennya dalam memajukan pendidikan. PSF-SDO mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan inovasi dan berharap program serupa dapat menginspirasi dan diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, sehingga pendidikan menjangkau segala lini,” kata Direktur PSF-SDO Gusman Yahya di Kintamani, Bangli, Kamis (24/9/2020).

Sebagai bagian dari PSF, divisi SDO merupakan penyedia layanan pendidikan yang bertujuan meningkatkan mutu sekolah dan tenaga pendidik di Indonesia agar dapat bersaing secara global. SDO menjalankan serangkaian program komprehensif dan berkesinambungan yang bertujuan untuk pengembangan sekolah bermutu melalui LSP dan peningkatan kualitas pendidik melalui Program Pengembangan Pusat Belajar Guru (Teachers Learning Center).

PSF-SDO melalui program-programnya telah menjangkau ke lebih dari 85 ribu tenaga pengajar, kepala sekolah, pengawas, dan pengelola sekolah. Melibatkan diri dalam peningkatan kualitas pendidikan di 723 sekolah dan 40 madrasah, serta membangun lebih dari 8 Pusat Belajar Guru di berbagai lokasi di Indonesia.

LSP merupakan program yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan Indonesia melalui pelaksanaan program secara intensif, komprehensif, dan kolaboratif. Bentuk programnya adalah pelatihan dan pendampingan berkelanjutan kepada guru, manajemen sekolah, siswa, dan komunitas masyarakat termasuk orangtua siswa.

Keberhasilan SMAN 1 Kintamani ini terlihat dari pengelolaan sekolah yang semakin sistematis dan transparan. Selama berlangsungnya program, guru, manajemen sekolah serta siswa semakin menikmati dan tertantang untuk mengikuti pembelajaran di kelas, hal ini sangat terasa dikarenakan inovasi guru lewat model pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) di dalam kelas.

Salah satu proyek siswa dalam pembelajaran berbasis proyek adalah bidang studi seni dan prakarya yang mengusung tema “Reinkarnasi Sampah” dengan terobosannya dalam menggunakan kembali limbah plastik. Karya lainnya adalah dari mata pelajaran (mapel) Geografi yaitu “Peta Tematik Digital Potensi Wisata Kawasan Geopark Batur Kintamani Bali” yang memberikan solusi penyelesaian masalah ekonomi bagi para pegiat wisata di KIntamani.

Beberapa siswa-SMAN 1 Kintamani juga berhasil menjuarai beberapa perlombaan, seperti juara Lomba Storytelling di Bangli, Lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) dalam mapel Geografi, Lomba Tim Debat di Taman Makam Pahlawan Bangli, Lomba Cerdas Cermat, dan beberapa lomba lainnya.

Bersama IB Widarsana (Waka Kurikulum), Sang Ayu Eling Lestari, SPd, MPd (guru Matematika), I Ketut Andi S, SAg (guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti), dan semua guru, Kepala SMAN 1 Kintamani I Ketut Ada melaksanakan pembelajaran berbasis proyek yang dilakukan secara daring.

Para siswa juga dilibatkan dalam pelatihan vlog yang dapat menunjang proses pembelajaran jarak jauh, termasuk komunikasi efektif dengan orangtua siswa terus dibina dan dibangun dengan mengadakan webinar orangtua yang dihadiri siswa dengan orangtuanya.

Selama beberapa bulan terakhir, SMAN 1 Kintamani juga terkena dampak pandemi Covid-19, sehingga segala aktivitas manajerial administrasi sekolah dan proses pembelajaran berubah dari tatap muka menjadi dalam jaringan (daring). Situasi ini menciptakan tantangan tersendiri, karena pengaruh kestabilan sinyal, keterbatasan kuota guru dan siswa, dan urgensi penggunaan media komunikasi dan belajar digital.

Selain terus berinovasi untuk mengukir prestasi, SMAN 1 Kintamani tetap menujukkan usaha dan dedikasi yang penuh dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi siswanya. Berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan tim manajemen sekolah yang secara konkrit mengidentifikasi dan memfasilitasi kebutuhan pembelajaran jarak jauh bagi guru dan siswa.

Rangkaian program LSP di tahun kedua di SMAN 1 Kintamani dapat diselesaikan dengan baik dan sukses, hal ini berkat kolaborasi apik antara PSF-SDO dan seluruh warga sekolah di SMAN 1 Kintamani. Dukungan penuh yang diberikan oleh Usaha Tegas Sdn Bhd dan Dinas Pendidikan Provinsi Bali juga sangat berarti dalam memuluskan kerja sama ini.

Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Bangli pun dengan sigap memfasilitasi saat diperlukan, hal ini dikarenakan banyak kegiatan saat diseminasi program yang melibatkan SMP yang ada di Kabupaten Bangli sebagai sasaran input sekolah nantinya ke SMAN 1 Kintamani. Diharapkan SMAN 1 Kintamani dapat menjadi mercusuar yang memberikan sinar dan inspirasi bagi seluruh lini komunitas yang ada di sekitarnya. (Djk)

Facebook Comments