Mulut Tersumpal Kain, Wanita Tua Diduga Korban Pembunuhan

13
JENASAH. Wanita Tua Diduga Korban Pembunuhan. Foto : Wismaya

SINGARAJA, The East Indonesia – Seorang wanita Ketut Mintaning (66) ditemukan tewas di rumahnya, yang terletak di Jalan Pulau Natuna, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, Senin (29/3) siang. Diduga, wanita yang kesehariannya berjualan sembako di rumahnya itu menjadi korban pembunuhan.

Tetangga korban, Luh Janten (53) mengatakan, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh dirinya, bersama sang anak Gede Mas Budiasa (24) serta salah satu keponakan korban. Saat itu mereka penasaran sebab korban tak kunjung kelihatan sejak Minggu kemarin. Khawatir terjadi sesuatu yang tidak diiginkan, Luh Janten pun memiliki inisiatif untuk membuka paksa pintu pagar rumah korban, lalu masuk ke dalam rumah korban. Hingga akhirnya menemukan korban Mintaning tergeletak di depan kamarnya, dalam keadaan telah meninggal dunia. “Wajahnya sudah bengkak. Ada bercak darahnya. Mulutnya tersumpal dengan kain,” ucap Luh Wenten saat ditemui di TKP.

Baca juga :  Penangkar Jalak Bali Minta BKSDA Turunkan Izin Edar

Sehari-hari korban kata Luh Wenten hanya tinggal seorang diri. Korban juga hingga saat ini belum menikah sehingga ketika sakit, ia yang merawat. “Korban belum menikah. Di rumah ini dia tinggal sendiri, sambil jualan sembako. Karena dia tinggal sebatang kara, saya yang sering memperhatikan dia. Kalau sakit, saya buatkan teh. Makanya waktu Minggu kemarin dia tidak jualan, saya curiga. Takutnya sakit atau apa. Akhirnya saya hubungi keponakannya, biar sama-sama ngecek ke dalam rumahnya. Ternyata saat kami masuk, korban sudah dalam keadaan meinggal dunia,” terangnya.

Sementara itu Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Dewa Ketut Darma Aryawan ditemui di TKP mengatakan, jenazah korban rencananya akan di autopsi di RSUD Buleleng pada Selasa (30/3). Selain itu, pihaknya juga akan melakukan olah TKP bersama petugas gabungan dari Tim Labfor Polda Bali.

Baca juga :  Dua Buronan Imigrasi Asal Rusia Ditangkap

“Kami masib menyelidiki. Jadi belum bisa menyimpulkan apakah yang bersangkutan (Mintaning,red) menjadi korban pembunuhan dan perampokan, atau karena faktor lain. Kami masih fokus penyelidikan di TKP. Kami juga belum rau apakah ada barang-barang berharga milik korban yang hilang atau tidak. Kami akan memmeriksa saksi-saksi untuk mengetahui hal tersebut,” ucapnya.

Kompol Aryawan pun tidak menampik saat ditemukan, tangan korban dalam keadaan terikat, serta bagian mulutnya tersumpal oleh kain. “Ya tangannya terikat, mulutnya juga tersumpal kain. Sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apakah ini jadi korban pembunuhan dan perampokan. Kami masih mencari fakta-fakta di lapangan, serta menunggu hasil autopsi. Perkembangan selanjutnya pasti akan saya informasikan lagi. Mohon bersabar,” pungkasnya.(Wismaya).

Facebook Comments