Mengaku Anggota Militer dan Kerap Berjudi Online, Dua WNA Dideportasi

19
DEPORTASI. Ernest Okechukwu Okanya asal Nigeria dan Souleymane Konate asal Pantai Gading.saat dideportase dari Bali. FOTO - IST.

DENPASAR, The East Indonesia – Dua WNA Dideportasi dari Bali pada Rabu sore (28/9/2021). Kedua WNA tersebut antara lain  bernama Ernest Okechukwu Okanya asal Nigeria dan Souleymane Konate asal Pantai Gading. Kedua WNA ini dideportasi oleh Rumah Detensi Imigrasi Denpasar karena berbagai persoalan hukum yang dilanggar dan dianggap berbahaya bagi NKRI.

Ernest, pria kelahiran Enugu, Nigeria pada 30 Oktober 1991 itu dideportasi karena sudah melanggar izin tinggal sejak 15 Januari 2020. Sementara Konate, pria kelahiran Dabakala, Pantai Gading 31 Juli 1984 tersebut diketahui menyalahi aturan izin tinggal dari visa kunjungan.

Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan, keduanya ditangkap di Banjar Penestanan Kaja, Desa Sayan, Kecamatan Ubud oleh Petugas dari Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Denpasar. Awalnya diketahui jika keduanya tidak memiliki izin tinggal keimigrasian dan melebihi masa tinggal (overstay) pada tanggal 2 September 2021.

Baca juga :  Terkait Pilkades Leowalu, Pimpinan DPRD Belu Ikut Kumpul Koin Keadilan

“Setelah diselidiki ternyata, selain melanggar Administratif Keimigrasian, kedua WNA tersebut juga melakukan penipuan terhadap sesama WNA berkedok mengaku sebagai anggota militer dan meminta sejumlah uang yang berada di luar negeri dan juga mereka melakukan judi bola secara online. Hal ini terbukti dari barang bukti yang disita berupa laptop, handphone dan beberapa Simcard,” ujar Jamaruli Manihurukdi Denpasar, Rabu (29/9/2021).

Ernest Okechukwu Okanya diketahui datang ke Indonesia pada tanggal 17 Desember 2019 dan Souleymane Konate masuk ke Indonesia pada tanggal 15 Maret 2020. Kedua WNA tersebut masuk ke Wilayah Indonesia menggunakan Bebas Visa Kunjungan Sosial Budaya.

Setelah dilakukan penangkapan, kedua WNA tersebut diserahkan ke Rudenim Denpasar pada tanggal 3 September 2021 dalam rangka menunggu proses pendeportasian ke negara asalnya. Kedua WNA tersebut ditahan selama 22 hari di Rudenim Denpasar. Proses pendeportasian kedua WNA tersebut dikawal langsung oleh petugas dari Rudenim Denpasar menuju Bandara International Ngurah Rai Bali. Selanjutnya kedua WNA tersebut
diterbangkan dari Bali menuju Jakarta menggunakan Pesawat Batik Air pada pukul 12.30 Wita. Kedua WNA tersebut dideportasi pada pukul 16.55 WIB melalui Gate 2B Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta dengan menggunakan maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET0629 dengan rute Jakarta (CGK) – Addis Ababa, Ethiopia (ADB). Kemudian dilanjutkan penerbangan dengan nomor ET0935 rute Addis Ababa (ADB) menuju Adbijan Pantai Gading (ABJ) dan penerbangan dengan nomor ET0901 rute Addis Ababa(ADB) menuju Lagos Nigeria (LOS). Kedua WNA tersebut dideportasi karena telah melanggar pasal 78 ayat (3) UU RI No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang selanjutnya kedua WNA yang telah dideportasi diusulkan untuk dimasukan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.

Baca juga :  Triwulan Pertama 2019, Tingkat Pelanggaran Hukum Personel Kodam Jaya Alami Penurunan Drastis

Manihuruk berharap kerjasama masyarakat Bali dalam pemantauan WNA di sekitarnya. “Kami menghimbau masyarakat di seluruh wilayah Bali, para pelaku usaha pariwisata, tokoh masyarakat dan komponen masyarakat lainnya, agar proaktif memantau dan melaporkan berbagai jenis praktek atau kegiatan yang dilakukan oleh warga negara asing dan warga lainnya kepada pihak berwenang atau memuat di media sosial supaya bisa diambil tindakan tegas,” pungkas Kakanwil.***

Editor – Axelle Dhae

Facebook Comments