Badung, The East Indonesia – Razia warga negara asing (WNA) di kawasan wisata Canggu Kamis (27/08/2026) malam, petugas Imigrasi Ngurah Rai Bali mengamankan 66 warga negara asing. Mayoritas WNA yang diamankan mengantongi visa kunjungan (Visa on Arrival) menyalahi ijin tinggal dan overstay di Bali.
“Kita lakukan patroli sejak siang hari tadi, kita mengamankan enampuluh enam orang yang terduga melanggar ijin tinggal. Setengahnya sekitar 33 orang overstay dan langsung kita bawa,” ungkap Dirjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko didampingi Kepala Kantor Imigrasi Klas I Ngurah Rai, Muhammad Novyandri, usai razia Kamis (27/08/20207) malam.
Dirjen Imigrasi, Herndarsam Marantoko yang memimpin langsung razia dan pemeriksaan acak para turis di Canggu ini menegaskan, patrol rutin imigrasi untuk menciptakan suasana liburan yang nyaman bagi wisatawan. Langkah ini dilakukan menyusul maraknya turis asing yang melanggar aturan hukum Indonesia dan mengganggu ketertiban umum.
“Dalam patroli ini, kami tinggal ingin mengganggu kenyamanan para wisatawan. Tapi ketika Imigrasi hadir, akan membawa dampak keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, para wisatawan yang benar-benar ingin mencari kenyamanan menjadi aman. Sebagaimana kita ketahui bahwa banyak kasus yang mengganggu kenyamanan wisatawan itu ya para warga negara asing itu sendiri. Karena masyarakat Bali itu sangat welcome,” ujar Hendarsam.
Diduga Promosi Konten Asusila di Bali, Bule Prancis Dideportasi Imigrasi Denpasar
Hendarsam menjelaskan, dalam razia Kamis 27 Agustus, petugas berhasil mengamankan para turis yang overstay atau menyalahi ijin tinggal. Puluhan warga negara asing ini kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Klas I Ngurah Rai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hendarsam mengaku, para turis yang overstay harus membayar denda Rp1 juta per hari. Oleh karena itu, langkah penertiban terus dilakukan rutin untuk menjaga devisa negara.
“Para terduga langsung kita bawa ke Kantor Imigrasi Ngurah rai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Yang overstay itu denda satu juta rupiah. Jadi kalau dia overstay enampuluh hari ya enampuluh juta dia bayar,” tegas Hendarsam.
Hendarsam menambahkan, Indonesia sangat terbuka menerima turis asing untuk berlibur. Namun demikian, demi kenyamanan bersama, para turis harus menaati peraturan hukum di Indonesia dan menjaga ketertiban umum.
Dekatkan Layanan Publik, Dirjen Imigrasi Resmikan Layanan Keimigrasian Discovery Mall Kuta Bali
Sementara demi mendekatkan pelayanan publik, Imigrasi Ngurah Rai membuka layanan keimigrasian di Discovery Mall Kuta Bali. Immigation Lounge yang berlokasi di lantai tiga mall itu, melayani permohonan passport dan perpanjangan ijin tinggal bagi warga negara asing yang beroperasi setiap hari Senin – Jumat pukul 10.00 – 17.00 WITA.
Langkah ini merupakan wujud komitmen Imigrasi dalam melayani masyarakat, bekerjasama dengan sektor swasta. Pemilihan lokasi mall untuk menempatkan layanan keimigrasian, agar warga negara Indonesia maupun warga negara asing terlayani dengan nyaman.
“Kami baru buka Immigration Lounge di Discovery Mall Kuta. Ini agar dalam mengurus dokumen keimigrasian akan lebih mudah. Jadi tidak hanya di kantor imigrasi saja, pungkasnya. (*)

