Denpasar,Theeast.co.id, – Tim pemenangan untuk pasangan Jokowi-Amin Provinsi Bali akhirnya terbentuk. Rapat perdana pembentukan tim pemenangan Jokowi-Amin Provinsi Bali digelar di Ina Grand Bali Beach Sanur, Sabtu malam (8/9). Pantauan di lokasi, seluruh partai koalisi yang mendukung Jokowi-Amin di Provinsi Bali diundang dan semuanya hadir. Mereka di antaranya dari PDIP yakni Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, IGN Alit Kelakan dan beberapa pengurus lainnya. Dari Nasdem terdiri dari Ketua DPW Partai Nasdem Ida Bagus Oka Gunastawa, Sekretaris Luh Putu Nopi Seri Jayanti. Partai Golkar terdiri dari Ketua DPD Golkar Bali I Ketut Sudikerta, Sekjen Golkar Nyoman Sugawa Korry, Ketua Harian IGP Wijaya. Hadir juga dari Ketua Perindo Bali Sukla Arnata, PSI, Hanura, dan semua partai koalisi lainnya.
Ketua DPW Partai Nasdem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa membenarkan ada pertemuan tersebut. “Ini baru pertemuan awal untuk menyusun personalia pemenangan Jokowi-Amin di Bali. Namun sesuai dengan pedoman tim kampanye nasional, yang menjabat ketua, sekretaris, bendahara (KSB) itu sesuai dengan perolehan kursi di parlemen dalam partai koalisi. Jadi ketua tim itu dari PDIP, Sekretaris dari Golkar dan Bendahara dari Nasdem,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (9/9). Dalam pertemuan awal tersebut, terpilih sebagai Ketua Tim Pemenangan adalah IGN Alit Kesuma Kelakan dari PDIP, Sekretaris IGP Wijaya dari Golkar, dan Bendahara Luh Putu Nopi Seri Jayanti dari Nasdem.
Menurut Oka Gunastawa, semua ketua partai koalisi pendukung Jokowi-Amin akan diposisikan sebagai dewan pengarah. Jumlahnya ada 9 partai baik yang saat ini sudah duduk di parlemen maupun yang akan mengikuti Pileg 2019 ini. Selain 9 ketua partai koalisi, tim juga menunjuk Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama dan Menteri Koperasi dan UKM AAN Puspayoga untuk duduk di dewan pengarah tim pemenangan dari Provinsi Bali. “Sehingga totalnya ada 11 orang dewan pengarah yang berasal dari 9 partai politik dan 2 tokoh yang ditunjuk,” ujarnya.
Untuk dewan penasihat, masing-masing partai wajib menyerahkan satu nama tokoh yang berpengaruh, suaranya didengarkan. Artinya, ada 9 partai, maka ada 9 nama yang akan duduk dalam struktur dewan penasihat. “Nama-nama itu akan segera disetor ke pusat dalam waktu dekat ini. Batas akhirnya Senin (10/9). Setelah itu tim akan merencanakan program ke depannya. Untuk sementara dalam rapat semalam hanya membahas personalia tim saja. Setelah disetor ke pusat, maka tim akan bertemu lagi untuk berbicara soal agenda selanjutnya,” ujarnya. Tim yang sama akan dibentuk sampai ke kabupaten dan kota seluruh Bali.(Axelle Dhae)


