Kapolri Diminta Terapkan Hukum Darurat Untuk Anggota Brimob Atambua Yang Menikam Warga Sipil. Ini Alasannya!

49
KORBAN. Korban yang ditikam. Foto : Ist

ATAMBUA, The East Indonesia – Kepala Kepolisian Republik Indonesia dimohon oleh kuasa hukum korban penikaman oleh oknum Brimob Sub Den 2 A Pelopor Atambua, Irenius Valentino Wellu alias Tino Wellu (26) agar memberikan hukum darurat kepadanya.

Permintaan ini dikeluarkan oleh Kuasa Hukum, Ferdinandus Maktaen, SH lantaran pelaku Tino Wellu sudah sampai tingkat meresahkan masyarakat sipil, Senin (01/08/2022).

“Kami minta untuk Kapolri terapkan undang-undang darurat terhadap dia karena dia juga bagian dari sipil,” pungkas pria yang akrab disapa Ferdi di halaman Polres Belu yang datang bersama dengan komunitas “Sobat” untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut.

Dijelaskan bahwa kejadian penganiayaan terhadap masyarakat sipil oleh oknum anggota Brimob Atambua atas nama Tino Wellu ini sudah dilakukan lebih dari dua kali.

Mirisnya, setiap kali kasus seperti ini dibuat oleh Tino Wellu terhadap masyarakat sipil, selalu diberikan upaya damai.

“Oknum ini sudah lebih dari dua kali. Setiap kali dia lakukan penganiayaan terhadap masyarakat sipil yang terjadi adalah upaya untuk damai. Dan saya pernah melakukan itu. Dia sudah ditahan beberapa waktu kemudian bernegosiasi, saya memfasilitasi membantu untuk damai,” tandas Ferdi.

Disampaikan bahwa penikaman terhadap kliennya atas nama Frederikus Yosep Siku itu dinilai sangat kejam karena tidak saja menggunakan tangan kosong melainkan menggunakan sebilah pisau untuk menikam korban secara berulang-ulang.

Baca juga :  Kapolri Minta Tersangka HF Penendang Sesajen Semeru Diproses Lebih Lanjut

“Kali ini lagi perbuatan yang sama dan lebih kejam lagi. Awal-awal pakai tangan, sekarang pakai barang tajam,” pintanya.

Karena itu, pihaknya bersama korban meminta untuk Kapolri memberikan undang-undang darurat terhadap oknum Brimob Sub Den 2 A Pelopor Atambua, Irenius Valentino Wellu.

“Untuk urusan internal, kami tidak urus. Tapi ini masyarakat sipil, jangan sampai karena dia menggunakan uniform Polri, setiap kali ada persoalan…,” urai Ferdi Maktaen.

Lanjutnya, “masyarakat ini takut pak. Kita jujur masyarakat siapa yang berani lawan aparat? tidak ada. semua menghargai aparat. Aparat mabok saja siapa yang berani Pi tegur. Bahkan oknum ini juga merusak sekian banyak kendaraan disitu. Siapa yang berani Pi tegur? Dia pegang pisau pak, dia aparat, dia ada pistol.”

Diterangkan pula bahwa sesama anggota Polisi memberikan teguran kepada oknum Brimob Sub Den 2 A Pelopor Atambua, Tino Wellu, malah dia mengajak untuk berduel dengannya.

“Anggota polisi saja yang tegur, dia nantang, lepas pistol kita duel. Apalagi masyarakat sipil. Masyarakat sipil ada senjata dimana? Kalau masyarakat sipil ada senjata, kami juga berani. Tapi kami menghargai Polri, kami menghargai aparat hukum,” tuturnya.

Kuasa hukum dan korban berharap agar masalah ini bisa diselesaikan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga :  Ini Komentar Dansubdenpom Atambua Terkait Warga Perbatasan Yang Disenggol Mobil Tentara

“Kami minta penegakan hukum. Jangan karena dia anggota lalu perbuatan dia yang sudah berulang ini dianggap selesai. Kami tidak mengharapkan dia pindah. Kami mengharapkan untuk tuntas persoalan hukum. Tuntas artinya dia mendapat hukuman sebagaimana masyarakat sipil mendapat hukuman,” imbuh Ferdi Maktaen.

Sebelumnya diberitakan,

Oknum Brimob Atambua Tikam Seorang Warga Perbatasan RI-RDTL Secara “Membabi Buta” Hingga Sekarat

ATAMBUA, The East Indonesia – Oknum Brimob Sub Den 2 A Pelopor Atambua, Tino Wellu dengan kejam menikam seorang warga sipil, Frederikus Yosep Siku di Halifehan, Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Sabtu pagi (30/07/2022) sekitar pukul 03:30.

Tidak hanya menikam warga sipil, oknum Brimob Atambua ini memukul warga lainnya yang ingin melerainya serta merusak dan menikam ban motor dan mobil milik warga sekitar.

Kejadian tersebut terjadi saat acara pesta pernikahan di Halifehan yang berlangsung pada Jumat malam, (29/07/2022).

Berdasarkan informasi yang didapat, oknum anggota Brimob Sub Den 2 A Pelopor Atambua, Tino Welu terpengaruh minuman beralkohol.

Saat itu, diduga ada kekacauan di luar tenda persisnya di jalan raya. Mendengar itu, korban yang akrab disapa Edi ini hendak keluar dan mengecek kejadian diluar.

Naasnya, saat keluar di jalan raya, oknum Brimob Sub Den 2 A Pelopor Atambua, Tino Welu langsung menuju si korban Edi dan langsung menikam di bagian wajah menggunakan pisau “roti kalung”.

Baca juga :  Polres Badung Gelar Apel Kesiapan Operasi Bina Waspada Agung 2018

Tidak puas, oknum Brimob ini menikam lagi korban Edi di bagian punggung kiri dan kanan.

Lebih sadisnya, saat hendak melarikan diri, pelaku Tino Welu menikam lagi di bagian belakang korban.

Saat korban sudah melarikan diri, oknum Brimob Sub Den 2 A Pelopor Atambua, Tino Welu justru merusak motor dan mobil yang parkir disekitarnya menggunakan pisau roti kalung miliknya.

Korban Edi pun langsung dibawa ke RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua untuk segera mendapatkan pertolongan.

“Tino (oknum anggota Brimob) sangat brutal. Dia tikam Edy (korban) sampai 4 lubang. Tidak puas dia menikam ban mobil dan motor hingga rusak berat,” ungkap salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya saat menyaksikan kejadian tersebut.

Menurut warga oknum anggota Brimob Kompi 2 Batalyon A Pelopor Belu tersebut sudah berulangkali melakukan penganiayaan tersebut terhadap masyarakat.

“Ini sudah beberapa kali dia (Tino Wellu) berulah, ini sangat meresahkan kami masyarat karena kami sebagai warga tidak berani dekat saat dia berulah apalagi memegang senjata tajam, jadi dengan leluasa dirinya menikam warga sipil,” pungkas warga dengan kesal. (Ronny)

Facebook Comments

About Post Author