Tikam Warga Secara “Membabi Buta” Hingga Sekarat, Anggota Brimob Atambua Tino Wellu Malah Lapor Balik Masyarakat

24
Oknum anggota Brimob Atambua, Tino Wellu. Foto : Ist

ATAMBUA, The East Indonesia – Oknum Anggota Brimob Sub Den 2 A Pelopor Atambua, Irenius Valentino Wellu alias Tino Wellu (26) selaku pelaku yang menikam seorang warga sipil secara membabi-buta hingga sekarat, kini telah membuat laporan balik terhadap masyarakat ke pihak kepolisian Resort Belu.

Hal ini terungkap melalui pernyataan langsung dari Kapolres Belu, AKBP Yoseph Krisbiyanto kepada media KATANTT.com dengan judul “Jadi Korban Pengeroyokan, Oknum Anggota Brimob di Belu Buat Laporan Polisi.”

Dilansir KATANTT.com, “Kami sudah terima laporan baik dari warga sipil maupun dari anggota Polri dan sudah kami tangani,” ujar Kapolres Belu, AKBP Yoseph Krisbianto, SIK saat dikonfirmasi Sabtu (30/7/2022) malam.

Ada dua korban dalam kejadian ini yakni Frederikus Yosep Siku alias Edi Siku (24), warga Halifehan, Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu. Laporan lain juga disampaikan Tino Wellu ke Polres Belu.

Baca juga :  Gelar Yoga Massal di Masa Pandemi, Seorang WNA Dideportasi

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (30/7/2022) sekitar pukul 03.30 wita. Keributan ini terjadi di dalam tenda pesta nikah di Halifehan Kel Tenukiik Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Saat keributan tersebut, korban Irenius Valentino Wellu alias Tino Wellu sempat dilempari kursi oleh orang yang tidak dikenal.

Saat itu korban Tino Wellu berontak namun pada saat itu oleh Luky Nikodemus Kehi (20) yang juga teman korban memeluk korban bermaksud mengajaknya pergi.

Namun saat itu terlapor Priyogi Rahim alias Roi sebagai anak Halifehan beradu mulut dengan korban Tino Wellu.

Kapolres Belu, AKBP Yoseph Krisbianto menjelaskan kalau terlapor Roi menendang Luky dan memukul dada korban Tino Wellu.

Peristiwa ini lalu dileraikan. Kemudian korban Frederikus Yosep Siku alias Edi Siku bersama beberapa orang memeluk korban Tino Wellu.

Baca juga :  Direktorat Polairud Polda Kalbar Gagal kan 100 Ton Rotan Ke malaysia

Saat itu korban Tino Wellu berontak dan tangannya mengenai korban Edi Siku.

“Korban Edi Siku tidak terima lalu mengambil batu yang ada dipinggir jalan dan langsung memukul 1 kali mengenai dahi korban Tino Wellu,” urai Yoseph Krisbianto.

Selanjutnya terlapor Riki Da Silva alias Rimex langsung menendang dan memukul korban Tino Wellu mengenai pungung dan tengkuk.

Korban Tino Wellu tidak terima kemudian mengejar korban Edi Siku.

Lalu Tino Wellu menganiaya korban Edi Siku dengan cara memukul dan menendang hingga korban Edi Siku mengalami luka.

Peristiwa perkelahian ini kemudian dileraikan beberapa warga yang masih ada di lokasi pesta.

Setelah dileraikan, korban Edi Siku mungkin tidak terima dengan tindakan korban Tino Wellu.

Korban Edi Siku mendekati korban Tino Wellu lalu memukulnya lagi dengan kepalan tinju.

Baca juga :  Satgas Pamtas Yonif R-641/Bru Amankan 3,01 Kilogram Sabu-Sabu di Entikong

“Korban Tino Wellu langsung mengejar korban Edi Siku lalu menusuknya dengan menggunakan sebilah pisau mengenai pipi kiri, lengan kiri dan bahu kanan korban Edi Siku,” tandas Yoseph Krisbianto.

Penganiayaan ini menyebabkan luka robek pada Edi Siku. Lalu korban Edi Siku dilarikan ke RSUD Atambua Kabupaten Belu menjalani perawatan medis.

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk dua korban dan terduga pelaku. Para korban juga menjalani visum dan diperiksa penyidik Satreskrim Polres Belu.

Terpisah, Dansat Brimob Polda NTT, Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, SIK yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini. “(Kasusnya) masih dalam lidik (penyelidikan) Polres Belu,” tandasnya, Sabtu (30/7/2022) malam. (Ronny)

Facebook Comments

About Post Author